Akuisisi Perum PFN, Telkom dinilai Paling Siap

Akuisisi Perum PFN

BUMNREVIEW.COM, Jakarta – Akuisisi Perum PFN atau Perusahaan Umum Produksi Film Negara jadi satu solusi untuk melanjutkan bisnis dari BUMN ini.

Setelah era produksi film dari perusahaan pelat merah ini mulai pudar, kinerjanya jarang terkespose karena kalah bersaing dengan film-film garapan swasta.

Namun baru-baru ini muncul satu solusi yaitu akuisisi Perum PFN oleh PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk guna mendukung distribusi hasil karya PFN.

Akuisisi Perum PFN ini dinilai sebagai langkah yang tepat, karena PT Telkom sudah memiliki ekosistem digital yang handal, sementara PFN juga butuh support.

Meski sudah ada lampu hijau dari Kementerian BUMN, dari pihak Telkom sendiri menilai akuisisi Perum PFN bakal butuh proses yang panjang.

Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah mengatakan sampai saat ini pihaknya masih melakukan kajian internal terkait rencana tersebut.

Ia mengatakan rencana akuisisi PFN masih dalam tahap awal pembicaraan, dan nantinya perlu ada perubahan status badan hukum PFN, dari Perum menjadi PT.

“Memang butuh proses panjang, sekarang masih dalam pembicaraan tapi masih belum selesai,” kata Ririek.

Namun Ririek menyebut jika hasil dari pembahasan akuisisi ini akan memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak, ia siap mengambil peluang tersebut.

“Kalau memang hasilnya nanti bisa memberi dampak yang bagus buat Telkom dan juga PFN ya kenapa nggak?” tandasnya.

Menurut Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo, rencana akuisisi Perum PFN ini muncul karena melihat kinerja PFN yang masih sulit tuk bangkit dan bersaing.

“Kami melihat ekosistem PFN kalau mau berdiri sendiri memang sulit maka ada rencana untuk diambil alih oleh Telkom dan ini sedang kami kaji karena,” kata Kartika, Rabu (8/6/2022).

Maka akan dilakukan ambilalih saham pemerintah pada Perum PFN oleh Telkom agar lebih berdaya saing, lalu menggabungkan perusahaan ini dalam ekosistem di Telkom.

Menurut Tiko, setelah akuisisi rampung produk film dari PFN bakal ditayangkan di platform Telkom melalui Maxstream dan Indihome sehingga lebih mudah diakses penonton.

Untuk diketahui, Telkom sejauh ini terus menunjukkan performa yang sangat baik di kuartal I 2022, dengan mencatatkan pendapatan hingga Rp35,2 triliun.

Jumlah ini meningkat 3,72 persen dibanding periode sama tahun 2021, sementara laba bersihnya juga naik 1,72 persen menjadi Rp6,11 triliun dari sebelumnya Rp6 triliun. []