Aset Merpati Air Bakal Dialihkan ke BUMN Lain, GMFI dan Pelita Air Siap-siap!

Aset Merpati Air

BUMNREVIEW.COM, Jakarta – Aset Merpati Air rencananya bakal dialihkan ke perusahaan BUMN yang juga bergerak di bidang aviasi.

Bulan lalu, PT Merpati Nusantara Airlines sudah resmi diputuskan pailit oleh Pengadilan Niaga (PN) Surabaya.

Kini muncul gagasan bahwa aset Merpati Air bakal dialihkan kepada PT Pelita Air Service dan juga PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI), anak usaha Garuda Indonesia.

Dua BUMN ini pun sudah bersiap-siap jika nantinya aset Maintenance Facility dari Merpati Air resmi dialihkan untuk operasional perusahaan tersebut.

VP Corporate Secretary and Legal PT GMFI, Rian Fajar Isnaeni mengatakan, untuk mempercepat pemulihan industri penerbangan dan Maintenance Repair Operator (MRO), pihaknya sudah mempersiapkan beberapa langkah.

Anak usaha Garuda Indonesia ini juga melakukan persiapan jika nantinya ditugaskan untuk mengelola aset maintenance facility tersebut.

“Langkah utama yang kami lakukan adalah mengintegrasikan capacity dan capability bisa agar memberikan nilai tambah di industri penerbangan Indonesia,” jelasnya, Selasa (5/7/2022).

Menurut Rian, bisnis MRO sudah mulai membaik dalam beberapa waktu terakhir seiring dengan naiknya jumlah penerbangan dan penumpang pesawat.

Dengan jumlah penerbangan domestik yang terus meningkat, ia yakin potensi bisnis Maintenance Repair Operator juga akan semakin terbuka.

“Tentunya dengan banyaknya pesawat yang kembali beroperasi setelah pandemi covid-19 akan membuka kembali peluang bisnis MRO yang dijalankan GMFI,” harapnya.

Terkait pengalihan aset Merpati Air, Direktur Utama Pelita Air, Dendy Kurniawan mengatakan nantinya akan ada konsolidasi untuk penggunaan bandara dengan GMFI.

Ia mencontohkan, bisa jadi nantinya aset operasional tersebut dibagi antara Pelita Air dengan GMFI dengan ketentuan Bandara Soekarno Hatta dikhususkan untuk pesawat berbadan besar (wide body).

Kemudian untuk pesawat berukuran sedang berada di Bandara Pondok Cabe yang digarap Indo Pelita Service, lalu pesawat dengan tipe lain bisa di Surabaya menggunakan fasilitas Merpati Maintenance Facility.

“Kita juga punya anak usaha bidang MRO yang punya lisensi yaitu Indo Pelita Service, karena ini sama-sama BUMN saya sangat setuju dengan gagasan Bapak Erick Thohir untuk mengonsolidasikan bandara,” kata dia.

Namun ia juga setuju untuk pengalihan aset Merpati Air yang suah pailit ini lebih tepat disinergikan ke Garuda Indonesia karena yang memiliki bisnis MRO adalah GMFI.

Untuk ekspansi bisnis Pelita Air di bidang MRO, Dendy menyatakan pihaknya tidak akan menyaingi GMFI karena lahan yang tersedia di Bandara Pondok Cabe juga terbatas.

Informasi terkait pengalihan aset Merpati Air tertera di laman Sistem Informasi Penelusuran Perkara PN Surabaya per tanggal 7 Juli 2022.

Dimana dalam salah satu amar putusan hakim PN Surabaya disebutkan bahwa PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) selaku termohon dinaytakan pailit dengan segala akibat hukumnya. []