Bisnis Bandara Mulai Cuan, AP II Dorong Strategi Organik dan Anorganik

Bisnis Bandara

BUMNREVIEW.COM, Jakarta – Bisnis bandara dalam beberapa tahun terakhir mengalami pukulan berat akibat pandemi covid-19 yang melanda sejak awal tahun 2020.

Setelah penularan covid-19 mulai melandai, PT Angkasa Pura II mulai memulihkan bisnis bandara yang dikelolanya.

Selaku BUMN yang begerak di bisnis bandara, AP II menjalankan dua strategi pemulihan sekaligus, yaitu secara organik dan anorganik.

Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin menjelaskan, untuk pemulihan bisnis secara organik bisa dilakukan bersama seluruh anak perusahaan.

Sementara untuk pemulihan secara anorganik dilakukan bersama kemitraan bisnis serta kemitraan strategis dan juga pihak eksternal lainnya.

Muhammad Awaluddin mengatakan, untuk kemitraan bisnis dan strategis yang sedang dijalankan yaitu pengembangan dan pengelolaan Bandara Kualanamu dan akan menyusul beberapa bandara lain dalam waktu dekat.

Kemudian langkah berikutnya yakni pengembangan cargo village di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) sebagai kawasan kargo terbesar di Indonesia.

“Seiring dengan pengembangan bisnis bandara yang sedang berlangsung, kami juga memperkuat sisi hukum Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara. Kami sudah menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Agung,” kata Awaluddin dalam pernyataan tertulisnya, Kamis (28/7/2022).

Dengan kepastian hukum dari Kejagung, Awaluddin memastikan Angkasa Pura II akan semakin optimis dalam mengakselerasi pengembangan bisnisnya.

Melalui konsultasi hukum tersebut, BUMN ini juga ke depan bisa lebih fokus dalam mengembangkan lini bisnisnya dan memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh penumpang pesawat.

Awaluddin menjelaskan pentingnya landasan hukum sebelum AP II menggenjot pengembangan bisnis agar tidak ada kendala di masa depan.

Maka AP II sudah mendapat dukungan pertimbangan hukum berupa pendapat hukum (legal opinion), audit hukum (legal audit) dan pendampingan hukum (legal assistance).

Untuk Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara, Kejagung juga siap memberikan bantuan hukum (Non-litigasi dan litigasi) dan tindakan hukum lainnya.

Sementara Feri Wibisono selaku Jamdatun Kejaksaan Agung mengatakan Angkasa Pura II merupakan BUMN strategis yang punya peran mobilitas yang berkaitan langsung dengan pertumbuhan ekonomi nasional.

Untuk itu, pihaknya siap memperkuat advises dan pendampingan kepada AP II guna menjaga agar ada pencegahan dari risiko hokum yang mungkin terjadi.

Untuk itu, Kejagung juga menekankan pentingnya menelaah penyusunan kontrak kerja sama antara AP II dengan para mitra kerja untuk memastikan tidak ada risiko yang bisa dimanfaatkan pihak lain. []