Bisnis Bank Raya Targetkan Pertumbuhan Positif di 2023

Bisnis Bank Raya

BUMNREVIEW.COM, Jakarta – Bisnis Bank Raya (AGRO) tahun ini ditargetkan bisa tumbuh lebih baik dari tahun 2022.

Untuk itu, manajemen PT Bank Raya Indonesia TBK telah menyiapkan beberapa langkah strategis yang akan dijalankan.

Sekretaris Perusahaan Bank Raya, Ajeng Putri Hapsari mengatakan pihaknya sudah menyusun strategi untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis Bank Raya.

Langkah pertama yang dilakukan manajemen adalah menggenjot penyaluran kredit berbasis pinjaman digital dan meningkatkan kualitas layanan bank.

Kemudian mendorong para nasabah untuk melakukan transaksi dengan kode saham AGRO dan menggunakan aplikasi Raya Apps.

“Yang ketiga adalah memberikan kemudahan dan kecepatan dalam transaksi. Termasuk penambahan fitur baru dan penguatan cyber security pada aplikasi Raya Apps,” ujarnya, Selasa (17/1/2023).

Ajeng menyebut, perseroan telah melakukan serangkaian evaluasi terkait jalannya bisnis Bank Raya di tahun 2022.

Dari evaluasi itu, perseroan akan berupaya meningkatkan customer based dan transaksi nasabah, serta mengoptimalkan penyaluran kredit.

Menurut Ajeng ada beberapa fasilitas kredit Bank Raya yang bisa dimanfaatkan nasabah, seperti Pinang Connect, Pinang Flexi, Pinang Performa, dan Pinang Maksima.

Dengan begitu, anak usaha BRI ini akan mampu memperluas ekosistem dan kerjasama dengan berbagai pihak yang berdampak pada peningkatan bisnis Bank Raya.

“Maka pengembangan fitur pada aplikasi Raya apps menjadi hal yang sangat penting, karena ini berkaitan dengan transaksi digital. Ini juga berdampak pada credit scoring development system yang lebih efektif dan efisien untuk menjaga kualitas kredit,” ungkapnya.

Di tahun ini pihak perseroan juga berkomitmen untuk meningkatkan kualitas produk-produk digital yang ditawarkan kepada para nasabah.

Agar target penguatan bisnis di 2023 terwujud, Bank Raya telah menyiapkan belanja modal yan akan digunakan dengan efisien dan tepat sasaran sesuai kebutuhan.

Namun Ajeng tidak memperinci berapa nominal belanja modal yang akan digunakan di tahun ini.

Untuk diketahui, pada September 2022, anak usaha BRI ini berhasil mengumpulkan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp9,62 triliun, sementara jumlah Kredit Yang disalurkan (KYD) sebesar Rp8,37 triliun. []