Rabu, September 23, 2026
Beranda BERITA UTAMA BUMN Tekstil Baru Jadi Strategi Danantara Kembangkan Industri Padat Karya

BUMN Tekstil Baru Jadi Strategi Danantara Kembangkan Industri Padat Karya

BUMN Tekstil

BUMNREVIEW.COM, Jakarta – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara menyiapkan pembentukan perusahaan baru untuk mengembangkan industri tekstil nasional. Rencana tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah memperkuat sektor tekstil yang memiliki peran penting dalam perekonomian.

CEO BPI Danantara Rosan Roeslani mengatakan perusahaan baru itu nantinya dapat bekerja sama dengan perusahaan tekstil yang sudah beroperasi. Danantara akan melihat potensi perusahaan eksisting sebelum menentukan bentuk kolaborasi.

Rosan menjelaskan Danantara juga menyiapkan konsep industri tekstil yang terintegrasi. Konsep tersebut akan menggabungkan berbagai aktivitas industri dalam satu kawasan.

“Kami akan bikin perusahaan baru memang, untuk mengembangkan di perusahaan-perusahaan yang sudah ada,” ujar Rosan kepada awak media, Selasa (22/9/2026).

Menurut Rosan, Danantara belum menetapkan waktu pembentukan perusahaan baru tersebut. Lembaga pengelola investasi itu masih melakukan kajian terhadap sejumlah pilihan pengembangan.

BUMN Tekstil Pertimbangkan Teknologi dan Potensi Lapangan Kerja

Danantara akan melihat kondisi mesin dan teknologi sebelum menggandeng perusahaan tekstil yang sudah ada. Perusahaan dengan fasilitas produksi dan infrastruktur yang memadai memiliki peluang untuk masuk dalam skema pengembangan.

Selain kesiapan industri, Danantara juga memperhatikan potensi investasi dalam menciptakan lapangan kerja. Pertimbangan tersebut relevan karena industri tekstil memiliki karakter sebagai sektor padat karya.

Meski demikian, penciptaan lapangan kerja bukan satu-satunya faktor dalam keputusan investasi. Danantara tetap mempertimbangkan potensi keuntungan dari setiap investasi yang masuk dalam portofolionya.

Rosan menegaskan, investasi harus mampu memberikan tingkat pengembalian yang baik. Pada saat yang sama, investasi juga harus memberikan dampak ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja.

“Danantara tetap mengutamakan agar investasinya itu mempunyai return yang baik,” kata Rosan.

Rencana pembentukan perusahaan tekstil baru sebelumnya telah masuk dalam kajian pemerintah dan Danantara. Setiap keputusan investasi akan melalui proses kajian serta asesmen secara menyeluruh.

Danantara juga menilai dampak investasi terhadap perekonomian menjadi bagian penting dalam pengelolaan aset negara. Karena itu, ukuran keberhasilan investasi tidak hanya bergantung pada keuntungan finansial.

Pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja juga menjadi bagian dari pertimbangan. Pendekatan tersebut sejalan dengan karakter Danantara sebagai lembaga yang mengelola investasi dan aset negara.

Melalui pembentukan perusahaan baru dan peluang kerja sama dengan pelaku industri eksisting, Danantara membuka ruang bagi pengembangan industri tekstil yang lebih terintegrasi. Strategi tersebut juga dapat mempertemukan kebutuhan investasi, kapasitas produksi, teknologi, dan tenaga kerja.

Ke depan, hasil kajian akan menentukan bentuk pengembangan yang paling sesuai. Danantara akan mempertimbangkan kesiapan industri sekaligus prospek imbal hasil sebelum mengambil keputusan investasi. []