Dana Pensiun BUMN Digarap Keroyokan, IFG Gandeng Delapan BUMN

Dana Pensiun BUMN

BUMNREVIEW.COM, Jakarta – Dana Pensiun BUMN harus dikelola dengan baik agar bisa memberikan manfaat jangka panjang.

Maka pengelolaan dana pensiun BUMN ini perlu dikelola bersama melalui pengelolaan investasi yang sehat.

Untuk itu, Indonesia Financial Group (IFG) melakukan penandatangan nota kesepahaman (MoU) tentang pengelolaan aset investasi dana pensiun bersama 8 BUMN pendiri dana pensiun.

Dalam hal ini IFG sebagai Ketua PMO Tim Percepatan Integrasi Pengelolaan Dana Pensiun BUMN, dan 8 BUMN adalah PT Angkasa Pura I, PT Jasindo, PT Jasa Raharja, PT Nindya Karya, PT Taspen, PT Wika, Perum Peruri dan Perum Jasa Tirta II.

Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo menjelaskan BUMN bertanggung jawab atas kelangsungan dana pensiun.

Maka pengelolaan dana pensiun BUMN ini harus dipastikan mampu memberikan manfaat, bukan justru menjadi masalah di masa yang akan datang.

“Untuk itu Kementerian BUMN ingin memastikan pengelolaannya dilakukan secara baik sehingga hasilnya juga optimal. Maka perlu dipilih investasi yang tepat, perhatikan secara cermat kewajiban jangka panjang dan penempatan aset pada investasi yang sesuai dengan kewajibannya,” kata Kartika.

Selain itu, IFG Bersama 8 BUMN terkait perlu mendapatkan benefit yang sesuai dengan kesepakatan dalam perjanjian, namun tetap memperhatikan kemampuan perusahaan.

Kartika yang akrab disapa Tiko ini juga menekankan tiga hal yang patut menjadi perhatian dalam pengelolaan dana pensiun BUMN.

Yang pertama strategi pengelolaan investasi yang sehat dan terpercaya, serta dikelola oleh professional, kedua perlu dilakukan evaluasi dan asesmen secara berkala atas pengelolaan aset investasi dan tingkat kesehatannya.

Yang ketiga peningkatan tata kelola atau governance dana pensiun BUMN agar bisa mewujudkan pengelolaan yang lebih sehat dan terercaya.

Untuk itu IFG melalui anak usahanya PT Bahana TCW Investment Management mulai menjalankan pilot project bersama 8 perusahaan terkait.

Selanjutnya PT Bahana akan membantu pengelolaan investasi bersama dengan menggunakan skema Kontrak Pengelolaan Dana (KPD).

Direktur Utama IFG, Robertus Billitea mengatakan, dengan skema ini diharapkan dapat memberikan akses yang lebih besar dan ekonomis untuk mencari instrumen investasi terbaik di pasar.

Menurutnya PT Bahana akan mengadopsi metode terbaik agar mampu memitigasi risiko liabilitas sambil mempertahankan kecukupan imbal hasil.

Sementara Direktur Bisnis IFG, Pantro Pander Silitonga menambahkan, dengan pengelolaan investasi bersama akan menciptakan skala investasi yang besar.

Hal ini tentunya bisa dimanfaatkan sebagai sumber pendanaan berbagai proyek infrastruktur jangka Panjang sesuai dengan nature liabilitas dana pensiun BUMN.

“Di saat yang bersamaan, pengelolaan ini juga berpotensi memberikan yield investasi yang cukup atractif,” tandasnya. []