BUMNREVIEW.COM, Jakarta – BP BUMN bersama Danantara terus memperkuat arah Transformasi BUMN melalui penyusunan peta strategi lima tahun. Roadmap tersebut menjadi pedoman bagi seluruh perusahaan pelat merah dalam membangun tata kelola yang lebih modern, meningkatkan daya saing, serta menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan.
Langkah strategis itu menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi bisnis BUMN agar mampu menghadapi perubahan ekonomi global, perkembangan teknologi, dan meningkatnya persaingan industri. Melalui pendekatan yang terarah, setiap perusahaan negara diharapkan memiliki visi yang sama dalam menjalankan transformasi jangka panjang.
Pada Senin (3/8), Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, memimpin rapat bersama Danantara Asset Management (DAM). Pertemuan tersebut membahas implementasi roadmap lima tahun yang akan menjadi acuan pengelolaan BUMN secara lebih terintegrasi.
Dony menegaskan bahwa seluruh perusahaan BUMN harus bergerak dalam satu arah melalui tema-tema strategis yang telah ditetapkan. Menurutnya, konsolidasi, pengembangan sumber daya manusia, budaya perusahaan, inovasi, hingga penciptaan nilai harus menjadi prioritas bersama.
“Setiap tema ini akan turun ke seluruh perusahaan BUMN. Tema konsolidasi, people development, corporate culture, innovation, hingga value creation harus menjadi arah bersama,” ujar Dony Oskaria.
Transformasi BUMN Berbasis Value Creation
Roadmap lima tahun tersebut disusun secara bertahap agar implementasi berjalan lebih efektif. Tahap awal berfokus pada konsolidasi dan restrukturisasi perusahaan untuk memperkuat fundamental bisnis.
Selanjutnya, BP BUMN bersama Danantara akan mempercepat pengembangan talenta, membangun budaya kerja yang adaptif, serta meningkatkan inovasi berbasis teknologi. Tahapan berikutnya menitikberatkan pada penciptaan nilai melalui aksi korporasi, penguatan sinergi antar-BUMN, dan kemitraan strategis dengan berbagai pihak.
Strategi tersebut diharapkan mampu menghasilkan perusahaan negara yang lebih efisien, adaptif, dan kompetitif. Selain meningkatkan kinerja bisnis, transformasi juga diarahkan untuk memperbesar kontribusi BUMN terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
BP BUMN dan Danantara meyakini penguatan tata kelola, kualitas sumber daya manusia, serta inovasi akan menjadi fondasi penting dalam menciptakan perusahaan yang berkelanjutan. Pendekatan itu juga membuka peluang bagi BUMN untuk memperluas ekspansi bisnis di pasar internasional.
Melalui implementasi roadmap tersebut, pemerintah menargetkan lahirnya BUMN yang memiliki standar pengelolaan kelas dunia. Dalam jangka panjang, transformasi ini diharapkan mampu melahirkan perusahaan negara yang semakin tangguh, memiliki daya saing global, serta mampu menembus jajaran korporasi terbesar dunia, termasuk masuk dalam daftar Fortune 500. []




