Jumat, Juli 24, 2026
Beranda BERITA UTAMA Danareksa Percepat Konsolidasi Aset, Siap Kelola Kawasan Industri Terbesar di ASEAN

Danareksa Percepat Konsolidasi Aset, Siap Kelola Kawasan Industri Terbesar di ASEAN

Konsolidasi Aset

BUMNREVIEW.COM, Jakarta – Upaya memperkuat ekosistem investasi nasional terus mendapat dorongan melalui strategi Konsolidasi Aset kawasan industri milik badan usaha milik negara (BUMN).
Langkah ini berpotensi menambah lebih dari 13.000 hektare kawasan industri ke dalam portofolio Danareksa, sehingga memperkokoh posisinya sebagai pengelola kawasan industri terbesar di Asia Tenggara.

Strategi tersebut menjadi bagian dari agenda transformasi BUMN untuk menciptakan pengelolaan kawasan industri yang lebih terintegrasi, efisien, dan mampu menarik lebih banyak investasi domestik maupun global.

Pada Selasa (21/7), Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, memimpin pertemuan bersama jajaran Direksi Danareksa. Pertemuan itu membahas percepatan transformasi Danareksa sebagai strategic holding kawasan industri nasional.

Dalam pembahasan tersebut, manajemen memfokuskan strategi pada pengembangan tujuh kawasan industri yang telah beroperasi, optimalisasi aset, penataan entitas non-inti, serta peningkatan pendapatan berulang melalui pengembangan utilitas, infrastruktur, dan properti pendukung.

Konsolidasi Aset Dorong Daya Tarik Investasi Indonesia

Menurut Dony Oskaria, pengelolaan kawasan industri secara terpadu menjadi salah satu fondasi penting untuk meningkatkan daya saing investasi Indonesia di tengah persaingan global.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah tengah menyelesaikan sejumlah proses strategis di Batam. Setelah itu, pengembangan kawasan industri akan diperluas ke berbagai wilayah potensial, termasuk Karawang dan Patimban.

“Kawasan industri nanti akan kita konsolidasikan. Memang Batam ini ada transaksi yang harus kita selesaikan, tetapi ke depan juga kita akan melihat potensi di Karawang, kemudian di Patimban, dan Batam. Sehingga kawasan industri ini akan menjadi backbone dari daya tarik investasi kita ke depan,” ujar Dony Oskaria.

Melalui strategi tersebut, Danareksa diharapkan mampu membangun ekosistem industri yang lebih terhubung. Integrasi kawasan akan mempermudah investor memperoleh akses terhadap infrastruktur, utilitas, hingga layanan pendukung yang dibutuhkan untuk mempercepat realisasi investasi.

Selain meningkatkan efisiensi pengelolaan aset negara, langkah ini juga membuka peluang terciptanya kawasan industri yang memiliki daya saing regional.

Pengembangan kawasan industri modern dipandang sebagai salah satu kunci untuk mempercepat hilirisasi, memperkuat rantai pasok nasional, dan menciptakan lapangan kerja baru.

Transformasi Danareksa juga diarahkan untuk meningkatkan nilai ekonomi aset BUMN melalui pengelolaan yang lebih profesional dan berorientasi pada pertumbuhan jangka panjang.

Dengan dukungan Danantara Indonesia dan BP BUMN, konsolidasi kawasan industri diharapkan mampu menjadi katalis bagi masuknya investasi baru ke berbagai sektor strategis.

Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, Konsolidasi Aset tidak hanya memperbesar skala pengelolaan kawasan industri Danareksa, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu tujuan investasi paling kompetitif di Asia Tenggara.

Langkah tersebut sekaligus mendukung agenda industrialisasi nasional yang berkelanjutan dan menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian Indonesia. []