Sabtu, Mei 23, 2026
Beranda INDUSTRI ENERGI Di Ajang IPA Convex 2026, PHE Pertegas Komitmen Jaga Ketahanan Energi Nasional...

Di Ajang IPA Convex 2026, PHE Pertegas Komitmen Jaga Ketahanan Energi Nasional dan Percepatan Transisi Energi

PHE

BUMNREVIEW.COM, Jakarta – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menegaskan komitmennya dalam menjaga ketahanan energi nasional sekaligus berkontribusi pada program transisi energi melalui implementasi strategi Dual Growth Strategy, yaitu memaksimalkan bisnis inti migas dan mengembangkan bisnis rendah karbon secara berkelanjutan. Komitmen tersebut ditegaskan manajemen PHE kepada Wakil Menteri (Wamen) ESDM Yuliot Tanjung saat berkunjung ke Booth PHE di perhelatan The 50th IPA Convention and Exhibition (Convex) 2026 di ICE BSD, Tangerang, Rabu (20/5/2026).

Tiba di Booth PHE, Wamen ESDM Yuliot Tanjung disambut oleh Direktur Manajemen Risiko PHE, Whisnu Bahriansyah. Dihadapan Wamen ESDM, Whisnu memaparkan, sebagai tulang punggung sektor hulu migas nasional, PHE saat ini berkontribusi sebesar 65% terhadap produksi minyak nasional dan 37% terhadap produksi gas nasional. Selain itu, perusahaan juga mengoperasikan 27% blok migas di Indonesia.

Dalam operasionalnya pada tahun 2025, PHE mencatatkan produksi minyak sebesar 556 ribu barel minyak per hari (MBOPD) dan produksi gas mencapai 2,75 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD). Kinerja tersebut didukung oleh 887 pengeboran sumur pengembangan, well service 37.266 sumur serta 1.288 kegiatan workover.

Direktur Manajemen Risiko PHE Whisnu Bahriansyah menyampaikan bahwa strategi perusahaan tidak hanya berfokus pada keberlanjutan bisnis, tetapi juga pada pengelolaan risiko jangka panjang dalam menghadapi transisi energi global.

“PHE menjalankan strategi pertumbuhan yang seimbang antara penguatan bisnis inti migas dan pengembangan bisnis rendah karbon. Melalui pendekatan manajemen risiko yang adaptif dan terintegrasi, kami memastikan setiap langkah transformasi perusahaan tetap mendukung ketahanan energi nasional sekaligus menciptakan nilai berkelanjutan bagi masa depan,” ujar Direktur Manajemen Risiko PHE.

Di sisi berkontribusi pada transisi energi, perusahaan terus memperkuat inisiatif keberlanjutan melalui berbagai program strategis. PHE berhasil mempertahankan peringkat MSCI ESG “BBB”, menjalankan lebih dari 808 program CSR, serta mencatatkan pengurangan emisi karbon sebesar 1.619.564 ton CO₂e.

Perusahaan juga terus mengembangkan proyek Carbon Capture & Storage (CCS) dan Carbon Capture, Utilization & Storage (CCUS) bekerja sama dengan mitra global. Hingga tahun 2030, total kapasitas penyimpanan karbon yang direncanakan mencapai 7,3 gigaton.

Berbagai capaian strategis telah diraih sepanjang 2024–2025. Di antaranya: dimulainya proyek injeksi CO₂ Sukowati dengan estimasi peningkatan perolehan minyak hingga 19,2 juta barel; penemuan sumber daya 2C di Tedong sebesar 108,05 juta barel setara minyak (BOE); implementasi Multi Stage Fracturing pertama di sumur horizontal Kotabatak.

Pencapaian lainnya yakni pengembangan North Duri A14 melalui injeksi steamflood pertama untuk Enhanced Oil Recovery (EOR); onstream Greenfield Akasia dengan produksi awal mencapai 3.200 BOPD; produksi Lapangan Padang Pancuran I dengan estimasi cadangan 1,1 juta barel minyak. Selain itu pengembangan proyek EOR Chemical di Area Minas; onstream Area of Interest Sisi Nubi dengan kapasitas produksi 70 MMSCFD; dan pengembangan sumur Step Out Abab sebagai bagian dari revitalisasi brownfield.

Memasuki tahun 2026 dan seterusnya, PHE telah menyiapkan sejumlah proyek strategis lanjutan, termasuk pengembangan Blok Lavender di Laut Natuna Timur, Greenfield OO-OX ONWJ, Eksplorasi Laut Dalam (Deepwater) di Natuna Timur, hingga proyek pengembangan lapangan migas non konvensional (MNK) di Wilayah Kerja Rokan.

Di bidang inovasi, perusahaan juga mengembangkan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung operasi pengeboran, integrasi manajemen aset, dan pengembangan subsurface yang lebih efektif dan efisien. Sementara itu, pengembangan proyek CCS Asri Basin menjadi salah satu fokus masa depan perusahaan dengan target potensi penyimpanan karbon hingga 2,9 gigaton.

Penampilan Booth PHE yang sangat interaktif sangat menarik minat pengunjung yang menghadiri perhelatan IPA Convex 2026. Para pengunjung Booth PHE akan disuguhi digital poster yang memuat informasi mengenai perkembangan bisnis hulu migas PHE dalam upaya mendukung ketahanan energi dan transisi energi nasional, aneka produk mitra binaan PHE. Selain itu, pengunjung Booth PHE juga akan dimanjakan dengan beragam games interaktif dan sajian kopi yang langsung diracik oleh barista.

The 50th IPA Convex Tahun 2026 diselenggarakan pada 20-22 Mei mengambil tema “50 Years of Energy Partnership: Shaping the Next Era for Advancing Growth”. The 50th IPA Convex merupakan ajang konvensi dan pameran terbesar di sektor industri migas. Perhelatan ini juga menjadi wadah yang akan mempertemukan para pemimpin industri, pelaksana dan pengambil kebijakan, pemerintah dan para tenaga ahli yang berhubungan dengan industri migas, baik dari dalam maupun luar negeri, untuk menarik investasi di Indonesia.

PHE akan terus berinvestasi dalam pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). PHE juga senantiasa berkomitmen Zero Tolerance on Bribery dengan memastikan pencegahan atas fraud dan memastikan perusahaan bersih dari penyuapan. Salah satunya dengan implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang telah terstandardisasi ISO 37001:2016. []