Dividen Semen Indonesia Sebar Rp1,02 Triliun

Dividen Semen Indonesia

BUMNREVIEW.COM, Jakarta – Dividen Semen Indonesia yang didapat dari laba bersih tahun 2021 mulai dibagikan kepada pemilik saham.

Total dividen Semen Indonesia yang dibagikan yaitu setengah dari dari laba bersih yang totalnya Rp2,02 triliun.

Pembagian dividen ini diatur dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Senin (4/4/2022).

Pihak perseroan sepakat membagi dividen 50,66 persen dari laba bersih 2021 atau sebesar Rp1,02 triliun yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk.

Dividen Semen Indonesia tunai juga akan diberikan kepada negara yang memegang kepemilikan sebesar 51,01 persen saham.

Sehingga total yang diterima pemerintah dari pembagian ini Rp522 miliar, lalu sisanya Rp501 miliar akan dibagikan kepada pemilik saham publik.

Dengan begitu, dividend per share (DPS) pada emiten berkode SMGR ini sebesar Rp172,62 per lembar saham untuk tahun 2021.

Jika mengacu pada harga hari ini di level Rp6.775, maka dividend yield Semen Indonesia sebesar 2,54 persen.

Adapun jadwal pembagian dividen Semen Indonesia dilakukan pada akhir periode perdagangan saham di pasar regular dan negosiasi pada 8 April dan di pasar tunai pada 12 April.

Selanjutnya, awal periode perdagangan saham tanpa hak dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 11 April, lalu di pasar tunai Rp13 April.

Untuk daftar pemegang saham yang berhak dividen dilakukan pada 12 April dan pembayaran tunai pada 29 April 2022.

Untuk sisa laba bersih perusahaan sebesar Rp997,19 miliar yang tidak dibagikan ke pemilik saham, ditetapkan sebagai dana cadangan lainnya.

PERUBAHAN PENGURUS

Dalam RUPST PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, selain penetapan penggunaan laba bersih dan pembagian dividen, juga dilakukan pembahasan 6 mata acara.

Di antaranya menyusun perubahan susunan pengurus perseroan, yaitu memberhentikan Hendrika Sinaga dari jabatan komisaris dan Doddy Sulasmono dari Direktur Keuangan.

Juga dilakukan perubahan nomenklatur jabatan direksi, yakni semua Direktur Marketing dan Supplay Chain diubah menjadi Direktur Supply Chain, dan Direktur Pengembangan Usaha dan Strategi Bisnis menjadi Direktur Bisnis dan Pemasaran.

Selanjutnya dilakukan juga pengangkatan Dewan Komisaris dan Direksi Semen Indonesia yang baru, yakni Arief Prasetyo sebagai Komisaris dan Andriano Hosny sebagai Direktur Keuangan. []