Harga Pertalite Akan Naik, ini Respon Pemerintah

Harga Pertalite

BUMNREVIEW.COM, Jakarta – Harga Pertalite dalam beberapa waktu terakhir diisukan bakal naik menyesuaikan harga minyak dunia.

Saat ini harga Pertalite yang dijual oleh BUMN Pertamina masih di angka Rp7.650 per liternya dan masih cukup murah dibandingkan sejumlah negara lainnya.

Namun tak bisa dipungkiri harga minyak mentah dunia terus meroket dalam beberapa waktu terakhir, dengan besaran ICP sebelumnya US$63 per barel menjadi US$100 per barel.

Terkait isu bakal naiknya harga BBM jenis Pertalite ini, Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan bahwa sampai saat ini belum ada rencana dari Pemerintah.

Bahkan di tengah melonjaknya harga minyak mentah dunia dalam beberapa hari terakhir, Erick menyebut belum ada rencana penyesuaian harga Pertalite.

“Harga BBM di luar negeri sangat beragam, bahkan ada yang menjual Rp50 ribu sampai Rp60 ribu per liter. Tapi untuk Indonesia sampai sekarang belum ada rencana penyesuan harga dari pemerintah,” ungkapnya, Kamis (19/5/2022).

Adapun jenis BBM yang harganya sudah naik adalah Pertamax yaitu dari sekitar Rp9 ribu menjadi paling mahal Rp13 ribu per liter.

Meski naik, Erick Thohir mengklaim harga Pertamax di Indonesia masih jauh lebih murah dibandingkan beberapa negara lain.

Ia pun memastikan, bahwa dalam berbagai kondisi ekonomi saat ini pemerintah tidak akan tinggal diam dan pasti melakukan intervensi.

EMBARGO

Sebelumnya, Uni Eropa menyatakan sedang mengkaji kebijakan untuk melakukan embargo terhadap minyak mentah dari Rusia sebagai sanksi karena menginvasi negara tetangganya, Ukraina.

Namun, rencana embargo itu sudah membuat harga minyak mentah dunia melambung semakin mahal, padahal belum dilaksanakan.

Hal ini mengakibatkan biaya beban operasional Pertamina dalam mengimpor BBM akan semakin naik, begitu juga dengan subsidi yang dikeluarkan pemerintah.

Hal senada disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang juga memastikan harga pertalite tidak akan dinaikkan oleh Pemerintah.

Hal itu disampaikan Sri Mulyani dalam rapat bersama Badan Anggaran DPR di Gedung DPR/MPR pada Kamis 19 Mei 2022.

Menurutnya, Pemerintah tidak akan menaikkan tarif listrik maupun BBM Pertalite karena bisa membuat beban ekonomi masyarakat semakin berat.

Pemerintah RI sudah menetapkan anggaran subsidi energi sebesar Rp134 triliun di tahun ini, yaitu untuk subsidi BBM dan LPG Rp77,5 triliun dan subsidi listrik Rp56,5 triliun.

Jika kebutuhan anggaran subsidi meningkat, maka pemerintah perlu menambah anggaran hingga Rp74,9 triliun, sehingga total anggaran subsidi bisa lebih dari Rp200 triliun. []