Holding BUMN Pertahanan Meluncur dengan Brand “DEFEND ID”

Holding BUMN Pertahanan

BUMNREVIEW.COM, Jakarta – Holding BUMN Pertahanan secara resmi diluncurkan oleh Presiden RI Joko Widodo setelah sekian lama dilakukan proses penggabungan.

Holding bernama DEFEND ID diharapkan dapat mewujudkan berbagai target pemerintah, terutama dalam memperkuat industri pertahanan dalam negeri.

Presiden Jokowi menyebut peresmian Holding BUMN Pertahanan ini merupakan salah satu yang paling ia tunggu-tunggu sejak lama.

Karena ia berharap hasil dari penggabungan beberapa perusahaan sektor pertahanan ini akan menjadikan DEFEND ID masuk dalam daftar 50 besar perusahaan dunia di tahun 2024.

“Ini memang sudah sejak lama saya tunggu, dan saya minta agar dikejar terus, saya mengapresiasi terbentuknya DEFEND ID,” kata Jokowi lewat video yang dipublikasikan di kanal Youtube Sekretariat Presiden.

Ia menyebut, beberapa perusahaan yang tergabung dalam holding harus mengoptimalkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dari 41 persen menjadi 100 persen.

Artinya berbagai bahan dan barang yang dibutuhkan DEFEND ID harus menggunakan produk dalam negeri dan menekan produk impor.

Guna meningkatkan kapasitas dan kapabilitas perusahaan, Jokowi juga menyarankan agar Holding BUMN Petahanan membangun kerjasama dengan berbagai pihak dan negara sahabat.

Sehingga terjadi transfer teknologi agar semakin mandiri, dan hasil produknya juga mampu menguasai pasar dalam negeri dan bersaing di pasar global.

Meski memberi peluang sebesar-besarnya untuk menjalin kolaborasi, Jokowi tetap mewanti-wanti agar hasilnya harus lebih menguntungkan DEFEND ID.

“Semua negara lain bisa diajak membangun global partnership, jadi bebas dengan dengan siapa pun, tapi harus diingat tetap mayoritas di kita,” jelas Jokowi.

Jika semua upaya ini berjalan lancar, maka kehadiran Holding BUMN Pertahanan dipastikan dapat meningkatkan kemandirian industri pertahanan, terutama dalam memproduksi alutsista darat, laut dan udara.

HADIRKAN TATA KELOLA YANG BAIK

Untuk diketahui, Holding ini diisi lima perusahaan yakni PT Len Industri (sebagai induk holding), PT Dirgantara Indonesia, PT PAL Indonesia, PT Pindad, dan PT Dahana.

Sementara Menteri BUMN Erick Thohir menyebut peresmian Holding DEFEND ID adalah bukti komitmen Jokowi untuk membangun pertahanan nasional yang kuat.

Erick bersyukur karena setelah melewati berbagai tahanan proses merger, akhirnya Holding BUMN Pertahanan diluncurkan oleh Presiden Jokowi.

“Pembentukan ini sesuai arahan Bapak Presiden, maka kami meminta Len Industri sebagai induk agar mengorganisir semua perusahaan di Holding ini guna mewujudkan tata kelola yang baik,” kata Erick.

Menurutnya, setelah tergabung dalam satu holding, setiap anggota harus punya keselarasan di berbagai aspek, seperti keuangan, pemasaran, operasional, hingga manajemen.

Ia juga mengingatkan agar seluruh perusahaan di DEFEND ID menyiapkan strategi yang tepat untuk mencegah terjadinya tumpang tindih, dan setiap perusahaan harus fokus di lini bisnisnya masing-masing. []