Jasa Raharja Bersama Pilar Keselamatan Lalu Lintas Jalan Gelar Rapat Koordinasi FKLL di Kabupaten Sumba Barat

di Kabupaten Sumba Barat

BUMNREVIEW.COM, Jakarta – Senin (20/11/2023) bertempat di Aula Hotel Morinka Inn Kabupaten Sumba Barat, Petugas Jasa Raharja Kabupaten Sumba barat Agus Gede Andy Saputra, turut serta dalam Rapat Koordinasi forum komunikasi lalu lintas & Angkutan Jalan Kabupaten Sumba Barat. Rapat koordinasi ini dihadiri oleh Bupati Sumba Barat yang di wakili Assisten III Pemda Sumba Barat, Kapolres Sumba Barat yg di wakili Kanit Kamsel, Ketua Organda, Kadis PU Sumba Barat, Kadis Pariwisata Sumba Barat dan Kadishub Sumba Barat beserta para Kabid perhubungan serta jajaran.

Kegiatan ini membahas tentang permasalahan isu Lalu Lintas & Keselamatan Jalan di wilayah Sumba Barat, agar dapat di temukan solusi dan tindak lanjut bersama dalam usaha perbaikan berlalu lintas di Sumba Barat kedepannya. Kegiatan ini di buka langsung oleh Asisten III, yang berharap dengan adanya FKLLJ (Forum Komunikasi Lalu Lintas Jalan) ini dapat membangkitkan semangat stakeholder terkait untuk mewujudkan Lalu lintas yang nyaman dan aman kepada masyarakat.

“Saya berharap bahwa kendaraan travel liar yang beroperasi di Sumba Barat, harus memiliki legalitas dan izin operasi, yang selanjutnya menjalin kerja sama dengan Jasa Raharja. Hal ini merupakan salah satu komitmen kami, dalam memastikan tiap penumpang kendaraan bermotor umum, dalam perlindungan Jasa Raharja terhadap risiko kecelakaan. Sehingga perlu adanya kerja sama dengan Dinas Perhubungan, Organda dan Stakeholder lainnya,  guna memastikan tiap travel telah terinventarisir dan memiliki izin angkut yang sah.” Ungkap Agus.

Dalam rapat koordinasi ini, juga dibahas diantaranya tentang Sosialisasi keselematan berlalu lintas di tiap elemen masyarakat, perbaikan fasilitas jalan, dan tiap kendaraan plat luar perlu dibuatkan regulasi tertentu guna meningkatkan pendapatan daerah.

“Kami dari Jasa Raharja sangat mengapresiasi, atas kembali aktifnya FKLLJ di Sumba Barat dan kami berharap agar forum ini dapat dilakukan secara kontinu setiap 3-6 bulan sekali, guna mengevaluasi isu-isu yang berkembang juga mengambil langkah preventif untuk menciptakan Lalu Lintas yang tertib, aman dan Lancar agar roda perekonomian Sumba Barat dapat berjalan dengan baik”. tutup Agus. []