Jasa Raharja Samsat Natuna Lakukan Sosialisasi Sekaligus Jemput Bola Di Desa Tapau

Di Desa Tapau

BUMNREVIEW.COM, Jakarta – PT Jasa Raharja Cabang Kepulauan Riau khususnya di Samsat Natuna lakukan sosialisasi sekaligus jemput bola bersama Tim Pembina Samsat UPTD Samsat Natuna di Desa Tapau, Kecamatan Bunguran Tengah, Kabupaten Natuna (26/09/2023).

Kegiatan tersebut disambut baik oleh Kepala Desa Tapau Bapak Sudiono beserta staff. Sosialisasi tersebut juga dihadiri Kanit Regident Bapak Aipda Rusli Bintang dan Kepala UPTD Samsat Natuna Bapak Alpiuzzamari. Kegiatan tersebut guna untuk mensosialisasikan peran dan fungsi Jasa Raharja selain itu juga sebagai reminder masyarakat yang belum membayarkan pajaknya. Bersamaan dengan hal tersebut juga disediakan mobil Samsat Bergerak Natuna untuk memudahkan pembayaran pajak masyarakat dan ASN di Desa Tapau yang akan membayar pajaknya di lokasi.

Selain itu juga dilakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang safety riding yang baik, agar masyarakat taat dalam berkendara dan bisa meminimalisir kecelakaan. Selain itu juga dilakukan penyebaran brosur yang memuat UU No. 22 Tahun 2009 Pasal 74 tentang lalu lintas dan angkutan jalan yaang berisikan penghapusan data kendaraan yang tidak melakukan perpanjangan STNK sekurang-kurangnya 2 tahun maka kendaraan bermotor tersebut tidak dapat di registrasi ulang dan digunakan di jalan dan juga Pergub Kepri No 68 Tahun 2022 Pasal 3 Ayat 3 tentang pembebasan bea balik nama kedua yang berisikan wajib pajak yang melakukan pembayaran BBNKB kedua tidak dikenakan biaya balik nama.

Bapak Mulyadi selaku Kepala PT Jasa Raharja Cabang Kepulauan Riau menyampaikan bahwa “Sosialisasi ini kita laksanakan dalam rangka mensosialisasikan peran dan fungsi Jasa Raharja selain itu untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak, pembayaran di samsat sekarang juga sudah bisa online melalui aplikasi Signal (Samsat Digital Nasional) ataupun E-Samsat Kepri agar masyarakat bisa membayarkan pajaknya dimana saja dan kapan saja”.

Dengan adanya sosialisasi tersebut tersebut diharapkan bisa menciptakan masyarakat yang sadar akan pajak dan selalu tertib dalam berkendara. Beberapa masyarakat juga berharap agar kegiatan tersebut selalu dilaksanakan setiap minggunya di desa-desa agar masyarakat bisa tertib berkendara sehingga bisa meminimalisir terjadinya kecelakaan.[]