BUMNREVIEW.COM, Jakarta – Kinerja Freeport-McMoRan menunjukkan pertumbuhan positif sepanjang kuartal III-2026. Perusahaan pertambangan global tersebut berhasil mencatat laba melampaui perkiraan analis berkat kenaikan harga tembaga dan emas.
Freeport membukukan laba bersih yang menjadi hak pemegang saham sebesar US$1,2 miliar sepanjang Juli hingga September 2026.
Sementara itu, laba bersih setelah penyesuaian mencapai US$1,3 miliar atau setara US$0,88 per saham.
Angka tersebut melampaui perkiraan analis Wall Street sebesar US$0,80 per saham. Pencapaian ini menunjukkan kemampuan perusahaan menjaga profitabilitas di tengah dinamika operasional.
Pendapatan Freeport juga meningkat 8% menjadi US$7,55 miliar dibandingkan US$6,97 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Realisasi tersebut melampaui proyeksi pasar sebesar US$7,36 miliar dan memperkuat optimisme terhadap prospek bisnis perusahaan.
Kenaikan harga komoditas menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan keuntungan Freeport sepanjang periode tersebut.
Kinerja Freeport Menguat Berkat Lonjakan Harga Tembaga Dunia
Freeport mencatat harga realisasi rata-rata tembaga sebesar US$6,54 per pon pada kuartal III-2026.
Nilai tersebut melonjak sekitar 40% dibandingkan US$4,68 per pon pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan harga membantu perusahaan menjaga pendapatan meskipun volume penjualan tembaga mengalami penurunan.
Sepanjang kuartal III-2026, penjualan tembaga mencapai 749 juta pon, dibandingkan 977 juta pon pada tahun sebelumnya.
Penurunan volume terutama berkaitan dengan proses peningkatan kapasitas operasional tambang bawah tanah Grasberg di Indonesia.
Meski demikian, Freeport terus menunjukkan kemajuan dalam pemulihan dan penguatan aktivitas produksi.
Perusahaan juga melanjutkan pengembangan tambang Grasberg Block Cave untuk meningkatkan kapasitas produksi pada tahun mendatang.
Selain itu, operasi fasilitas pemurnian PT Freeport Indonesia kembali berjalan sejak akhir Agustus 2026.
Langkah tersebut memperkuat prospek pengolahan mineral sekaligus mendukung keberlanjutan kegiatan pertambangan perusahaan.
Dari sisi pasar global, kebutuhan tembaga terus memperoleh dukungan dari perkembangan teknologi dan transisi energi.
Pertumbuhan kendaraan listrik, pembangunan pusat data, serta perluasan jaringan kelistrikan meningkatkan kebutuhan terhadap logam strategis tersebut.
Tembaga memiliki peran penting dalam berbagai teknologi karena mampu menghantarkan listrik secara efisien.
Kondisi tersebut membuka peluang pertumbuhan jangka panjang bagi perusahaan pertambangan yang memiliki cadangan tembaga besar.
Freeport juga memperkirakan penjualan tembaga mencapai sekitar 3,7 miliar pon pada 2027.
Proyeksi tersebut menunjukkan peningkatan lebih dari 20% dibandingkan target penjualan sepanjang 2026.
Namun, perusahaan tetap menghadapi risiko perubahan harga komoditas, kenaikan biaya energi, dan tantangan operasional pertambangan.
Karena itu, efisiensi produksi dan pengelolaan investasi menjadi faktor penting dalam menjaga pertumbuhan keuntungan.
Ke depan, Freeport terus memperkuat kapasitas tambang, meningkatkan produktivitas, dan mengoptimalkan peluang pasar tembaga global.
Dengan fundamental bisnis yang kuat, perusahaan berpeluang mempertahankan momentum pertumbuhan sekaligus meningkatkan kontribusi industri pertambangan terhadap ekonomi. []




