Rabu, April 1, 2026
Beranda INDUSTRI AGRO BISNIS Kinerja ID FOOD Menguat, Target Laba Rp437 Miliar Tahun Ini

Kinerja ID FOOD Menguat, Target Laba Rp437 Miliar Tahun Ini

Kinerja ID FOOD

BUMNREVIEW.COM, Jakarta – Perusahaan holding pangan milik negara terus memperkuat fundamental bisnis untuk menjaga pertumbuhan berkelanjutan. Strategi efisiensi dan transformasi operasional menjadi fokus utama dalam meningkatkan kinerja perusahaan.

ID FOOD menargetkan peningkatan laba bersih pada tahun 2026. Perusahaan memproyeksikan laba mencapai sekitar Rp437 miliar, atau tumbuh sekitar 11 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya.

Direktur Utama ID FOOD, Ghimoyo, menyampaikan bahwa perusahaan berkomitmen memperkuat struktur bisnis dan meningkatkan profitabilitas. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan pendapatan dan efisiensi biaya operasional.

Ia menjelaskan bahwa perusahaan mulai mencatatkan laba setelah beberapa tahun mengalami tekanan keuangan. Perbaikan kinerja menjadi hasil dari restrukturisasi dan penataan operasional yang dilakukan secara konsisten.

Sejak 2021, perusahaan menghadapi tantangan keuangan yang cukup besar. Kerugian sempat mencapai ratusan miliar rupiah, namun terus menurun dalam beberapa tahun berikutnya.

Perusahaan akhirnya mencatatkan laba positif pada 2025. Capaian tersebut menjadi titik balik penting dalam perjalanan transformasi bisnis perusahaan.

Peningkatan kinerja juga didukung oleh pertumbuhan pendapatan yang signifikan. Pada 2026, pendapatan perusahaan diproyeksikan meningkat sekitar 31 persen menjadi Rp35,9 triliun.

Kenaikan pendapatan tersebut sejalan dengan peningkatan permintaan terhadap produk pangan strategis. Produk utama seperti gula, daging sapi, dan daging kerbau menjadi kontributor utama terhadap pertumbuhan bisnis.

Kinerja ID FOOD Didukung Efisiensi dan Peningkatan Produktivitas

Perbaikan Kinerja ID FOOD tidak hanya berasal dari peningkatan pendapatan, tetapi juga dari efisiensi operasional yang lebih disiplin. Perusahaan berhasil menekan biaya produksi dan meningkatkan produktivitas di berbagai lini usaha.

Salah satu indikator keberhasilan terlihat dari peningkatan produktivitas komoditas tebu. Produksi tebu per hektar meningkat secara signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Perusahaan juga mencatat pertumbuhan kinerja operasional yang tercermin dari peningkatan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA). Pada 2026, EBITDA ditargetkan mencapai sekitar Rp895 miliar, atau meningkat sekitar 21 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain itu, indikator profitabilitas lain juga menunjukkan tren positif. Tingkat pengembalian aset atau return on assets (ROA) diperkirakan meningkat tajam menjadi sekitar 1,8 persen. Sementara return on equity (ROE) diproyeksikan naik menjadi sekitar 2,7 persen.

Manajemen juga melakukan penataan ulang struktur perusahaan untuk memperkuat fokus bisnis. Langkah ini mencakup pengurangan jumlah aset melalui restrukturisasi anak perusahaan.

Strategi refocusing tersebut mengarahkan perusahaan menjadi entitas perdagangan pangan yang lebih efisien dan kompetitif. Penataan struktur bisnis membantu perusahaan meningkatkan fleksibilitas dalam menghadapi dinamika pasar.

Ke depan, perusahaan akan terus memperkuat rantai pasok pangan nasional dan menjaga stabilitas pasokan komoditas strategis. Peran tersebut menjadi penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Dengan strategi transformasi yang berkelanjutan, perusahaan optimistis mampu menjaga pertumbuhan laba dan memperkuat daya saing industri pangan nasional dalam jangka panjang. []