Jumat, Juli 3, 2026
Beranda BERITA UTAMA Kinerja Melesat, Transformasi SIG Sukses Balikkan Tren Bisnis

Kinerja Melesat, Transformasi SIG Sukses Balikkan Tren Bisnis

Transformasi SIG

BUMNREVIEW.COM, Jakarta – Transformasi bisnis yang dijalankan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mulai memberikan hasil nyata. Hingga Mei 2026, perusahaan berhasil mencatatkan lonjakan laba bersih sekaligus memperkuat fundamental usaha di tengah persaingan industri bahan bangunan yang semakin ketat.

Keberhasilan tersebut menjadi salah satu bukti bahwa program transformasi yang didorong Badan Pengaturan (BP) BUMN bersama Danantara mampu meningkatkan daya saing perusahaan pelat merah. Berbagai langkah efisiensi, optimalisasi operasional, dan penguatan model bisnis menjadi faktor penting yang menopang peningkatan kinerja SIG sepanjang tahun ini.

Pada Mei 2026, SIG membukukan laba bersih sebesar Rp46 miliar. Nilai tersebut melonjak sekitar 380 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp10 miliar.

Secara kumulatif hingga Mei 2026, perusahaan juga membukukan laba bersih sebesar Rp152 miliar. Capaian tersebut menjadi pencapaian penting karena pada periode yang sama tahun lalu SIG masih mencatatkan kerugian.

Transformasi SIG Perkuat Fundamental Bisnis

Transformasi SIG menjadi fokus utama dalam pembahasan antara Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, bersama Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra. Pertemuan yang berlangsung pada 18 Juni 2026 itu membahas perkembangan transformasi perusahaan serta strategi memperkuat daya saing di masa depan.

Program transformasi yang berjalan sejak Juli 2025 mencakup berbagai inisiatif strategis. SIG terus meningkatkan efisiensi operasional, menyempurnakan proses bisnis, memperkuat struktur keuangan, serta meningkatkan produktivitas di seluruh lini usaha.

Langkah tersebut mampu memperbaiki profitabilitas sekaligus memperkokoh fondasi bisnis perusahaan. Selain itu, SIG juga terus mengembangkan strategi agar mampu menghadapi perubahan pasar dan dinamika industri semen nasional.

Menurut Dony Oskaria, hasil transformasi mulai terlihat melalui peningkatan kinerja keuangan perusahaan. Ia menilai konsistensi dalam menjalankan agenda transformasi akan menjadi faktor penting untuk menjaga pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

“Perbaikannya sudah terlihat. Tinggal bagaimana langkah-langkah transformasi yang sudah berjalan ini terus dikawal agar kinerja perusahaan semakin kuat ke depan,” ujarnya.

BP BUMN dan Danantara menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi proses transformasi di berbagai perusahaan BUMN. Pendampingan tersebut bertujuan memperkuat tata kelola, meningkatkan efisiensi, serta menciptakan perusahaan yang lebih kompetitif.

Keberhasilan SIG menunjukkan bahwa transformasi bisnis mampu menghasilkan dampak nyata terhadap kesehatan perusahaan. Selain meningkatkan laba, strategi tersebut juga memperkuat ketahanan usaha dan menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.

Ke depan, BP BUMN dan Danantara optimistis semakin banyak BUMN yang mampu mengikuti jejak SIG melalui transformasi yang konsisten. Dengan fundamental yang semakin kuat, perusahaan-perusahaan BUMN diharapkan mampu meningkatkan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi negara. []