Kinerja PT Telkom Tahun ini Diprediksi Tetap Tumbuh Positif

Kinerja PT Telkom

BUMNREVIEW.COM, Jakarta – Kinerja PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk di kuartal I tahun 2022 mencatatkan hasil yang positif dengan meraup laba bersih sebesar Rp6,12 triliun.

Pada periode April hingga Desember mendatang, kinerja PT Telkom diprediksi masih akan tumbuh positif seiring dengan membaiknya pertumbuhan ekonomi secara nasional.

Bukan tanpa alasan, kinerja PT Telkom diprediksi tetap membaik karena pengguna jasa dari berbagai lini bisnis perusahaan ini memang terus bertumbuh, terutama dalam layanan internet dan komunikasi.

Menurut Equity Research Analyst Indo Premier Securities, Hans Tantio, saat terjadi pandemi Covid-19 tidak begitu berpengaruh terhadap usaha dari BUMN ini, apalagi saat ini pandemi sudah hampir usai.

“Kami menilai kinerja PT Telkom dan anak usahanya sampai akhir tahun ini masih tumbuh dengan baik. Karena jumlah penggunanya masih bertambah dan secara konsolidasi industrinya juga baik,” kata dia, Senin 16 Mei 2022.

Meski begitu, Hans menyebut perseroan harus tetap mewaspadai kondisi makro karena saat ini banyak guncangan pada makro ekonomi, seperti naiknya suku bunga.

Menurutnya hal itu bisa berdampak pada saham Telkom sehingga di saat fundamental masih baik, guncangan-guncangan ekonomi seperti itu harus tetap diwaspadai.

Berdasarkan laporan keuangan Telkom yang dikutip, Selasa pekan lalu, pendapatan perseroan tercatat mencapai Rp35,2 triliun (naik 3,7 persen).

Sementara laba bersih per saham TKLM juga tercatat naik tipis di kuartal I 2022, yaitu dari Rp60,71 menjadi Rp61,76.

Selain itu, EBITDA dari BUMN ini juga tumbuh sebesar 3,1 persen secara tahunan, yaitu dari Rp18,81 triliun menjadi Rp19,39 triliun dan laba bersihnya tumbuh 1,7 persen.

Di sisi lain, Hans Tantio juga menilai kinerja PT Telkom bakal disupport oleh anak usahanya yang terus melakukan inovasi dan aksi korporasi.

Ia mencontohkan, PT Telkomsel yang menjalin sinergi dengan Goto adalah langkah yang tepat karena investasi ini menciptakan banyak paket untuk mitra driver dan pelaku UMKM.

“Sinergi ini akan berdampak positif terhadap jumlah pelanggan Telkomsel yang bisa meningkat. Misalnya dari jumlah mitra Gojek saja ada sekitar 2,5 juta orang dan ini tentu akan berdampak positif bagi PT Telkom sebagai induk usahanya,” jelas Hans. []