Klarifikasi Pos Indonesia atas Tindakan Oknum Karyawan Kantor Pos Cabang Sidikalang Sumatera Utara

PT Pos Indonesia (Persero)

BUMNREVIEW.COM, Jakarta – Dalam beberapa hari terakhir telah beredar berita di media cetak, media elektronik, dan media sosial terkait tindakan oknum karyawan Pos Indonesia (Persero) atas nama Saudara SB di Kantor Pos Cabang Pembantu Sidikalang Kabupaten Dairi Sumatera Utara yang berperilaku tidak sepatutnya ketika melayani pelanggan yang ingin membeli meterai.

Saudara SB telah bertindak kasar dan arogan kepada dua orang pelanggan yaitu Saudara Ali Marhaban Sitohang (AMS) dan Saudara Irwansyah Sitepu (IS). Saudara SB terlihat melompati meja pelayanan, memarahi dan mengusir kedua pelanggan. Atas tindakan tersebut, Saudara SB telah dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Terkait peristiwa tersebut, Manajemen PT Pos Indonesia (Persero) memohon maaf kepada semua pihak atas terjadinya tindakan yang tidak seharusnya dilakukan oleh karyawan Pos Indoneia dalam pelayanan publik yang mengedepankan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG).

Kepada Saudara SB telah dilakukan tindakan tegas berupa pencopotan dari jabatan sebagai Kepala Kantor Pos Cabang Pembantu Sidikalang sambil menunggu proses di kepolisian.

Namun demikian, agar publik mendapatkan informasi yang lebih lengkap, berikut kami sampaikan kronologi kejadian berdasarkan informasi dari Saudara SB dan para karyawan yang bertugas di Kantor Pos Cabang Pembantu Sidikalang yang turut menyaksikan peritiwa itu sehingga dapat diperoleh informasi yang lebih objektif dan berimbang (cover both side) :

1. Pada hari Kamis sekitar pukul 10.00 Wib ada seorang pelanggan (AMS) yang akan membeli meterai sebanyak 30 keping. Tetapi, sisa materai hanya ada stok 10 keping. Saudara AMS terkesan memaksa untuk membeli 30 keping, karena terdapat meterai di loket yang disisihkan sebanyak 60 keping. Pelanggan memaksa untuk meyerahkan meterai kepadanya tetapi petugas loket Saudari Anggun tidak mengabulkan karena meterai sebanyak 60 keping itu sudah milik orang, sudah dibayar dan akan segera diambil.

2. Kepada Sauadara AMS telah dijelaskan oleh Saudari Anggun dan Saudara Johandi (petugas loket yang turut bertugas hari itu), namun Saudara AMS bersikeras agar dilayani untuk membeli 30 meterai.

3. Mengetahui hal tersebut Saudara SB sebagai Kepala Kantor menegaskan hal yang sama. dan Saudara AMS meminta Saudara SB menunjukkan peraturan yang menjelaskan bahwa meterai bisa dipesan. Sadara SB menjelaskan bahwa peraturannya tidak tertulis. Itu hanya kebijakan untuk memudahkan pelanggan dalam pembelian meterai.

4. Saudara AMS tidak bisa menerima penjelasan itu dan terkesan memojokkan Saudara SB dan meminta Saudara IS yang kebetulan juga ada di lokasi untuk merekam video. Saudara SB keberatan dirinya direkam karena yang disampaikan sudah cukup jelas.

5. Tapi permintaan Saudara SB tidak digubris oleh Saudara IS yang terus merekam sehingga Saudara SB berusaha mengambil Handpone itu agar rekaman tersebut tidak berdurasi panjang. Saudara SB bergegas melompati meja loket dengan maksud menghentikan rekaman tersebut.

6. Saudara IS menarik Saudara SB keluar kantor namun ditolak karena khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Saudara SB meminta Saudara AMS dan IS (yang saat itu mengaku wartawan) untuk keluar dari kantor. Saudara SB sempat meminta Saudara IS menunjukkan kartu identitas pers namun Saudara IS tidak dapat menunjukkan.

7. Selang beberapa jam Saudara IS datang kembali ke Kantor Pos Sidikalang dengan alasan akan membayar listrik. Saudara SB tidak mau melayani dan tetap meminta identitas kartu wartawannya tetapi yang bersangkutan tidak dapat menunjukkannya lalu beranjak pergi.

8. Saudara Johandi dan Saudari Anggun yang hadir di lokasi bersaksi bahwa tidak ada pemukulan dari pihak manapun walaupun Saudara IS sempat meminta untuk dipukul.

Pos Indonesia adalah BUMN yang layanannya dekat dengan masyarakat dan selalu berusaha meningkatkan pelayanan agar makin dicintai oleh pelanggannya. Pos Indonesia juga tengah mengedepankan Budaya Perusahaan AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif) sebagai perilaku yang menjdi karakter semua Insan Pos.

Manajemen Pos Indonesia tentu sangat prihatin dan menyesalkan terjadinya kesalahpahaman yang sebenarnya dapat diselesaikan secara kekeluargaan namun menjadi konsumsi publik secara luas yang berimplikasi menjatuhkan citra Pos Indonesia yang saat ini sedang melakukan Transformasi Perusahaan. []