KUR Pegadaian Diguyur Rp5,9 Triliun Sasar Pelaku UMK

KUR Pegadaian

BUMNREVIEW.COM, Jakarta – KUR Pegadaian mulai tahun ini bakal disalurkan kepada pelaku usaha kecil.

Pasalnya PT Pegadaian telah diresmikan Pemerintah sebagai satu lembaga penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang baru.

Untuk tahap pertama penyaluran KUR Pegadaian, dana yang dipercayakan pemerintah kepada BUMN ini terbilang fantastis, yaitu Rp5,9 triliun.

Sebelumnya Kementerian Koperasi dan UKM telah menggandeng PT Pegadaian sebagai penyalur KUR ke-44, bersama beberapa BUMN lainnya.

Langkah ini dilakukan untuk mempercepat penyaluran kredit berbunga rendah tersebut, sehingga dampak peningkatan ekonomi warga juga semakin optimal.

Deputi Bidang Usaha Mikro KemenKopUKM, Eddy Satriya mengatakan, penyaluran KUR Pegadaian ini diharapkan tepat sasaran.

Maka pihak Pegadaian juga diminta untuk bisa menjalankan amanah dengan baik guna mendukung pembiayaan kepada pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK).

“Kami tentu tidak meragukan komitmen Pegadaian karena selama ini juga aktfi mendukung kemajuan UKM, Kami berharap kerjasama penyaluran KUR ini akan berjalan baik dan lancar,” kata Eddy dalam keterangan tertulis, Sabtu (11/6/2022).

Ia menjelaskan program KUR dibuat untuk mendukung para pelaku UKM bisa ‘naik kelas’ dan tentu akan berdampak pada pemulihan ekonomi secara nasional.

Di tahun ini, Pemerintah menargetkan total dana KUR yang bisa tersalur ke berbagai pelaku UMKM di seluruh daerah mencapai Rp373 triliun.

Tentunya kredit ini juga sangat menarik bagi pelaku usaha kecil karena ada relaksasi dan stimulus tambahan subsidi bunga KUR sebesar 3 persen hingga akhir tahun ini.

Sementara suku bunga kreditnya juga sudah berkurang dari yang sebelumnya 6 persen kini hanya 3 persen saja.

Terkait kerjasama penyaluran KUR ini, Dirut PT Pegadaian, Damar Latri Setiawan menyatakan pihaknya siap memfasilitasi para debitur untuk mengakses program ini.

Menurutnya, MoU penyaluran KUR Pegadaian adalah bagian dari upaya pemerintah untuk membantu usaha kecil agar tak lagi terjebak pinjaman rentenir dengan bunga besar.

Damar mengatakan, untuk limit KUR Syariah Pegadaian besarannya mencapai Rp10 juta dengan Marjin sebesar 6 persen per tahunnya.

“Alhamdulillah apa yang dinantikan para pelaku usaha kini telah tercapai, Insha allah kami siap membantu UMKM untuk naik kelas,” ungkapnya.

Damar memastikan bagi pelaku UMKM yang ingin mengajuan KUR Syariah Pegadaian bisa dilakukan di seluruh kantor cabang dan unit pelayanan di semua daerah.

Untuk tenor pembiayaan KUR Super Mikro terdiri dari beberapa pilihan, yaitu 12 bulan, 18 bulan, 24 bulan dan 36 bulan.

“Untuk syarat usahanya minimal sudah berjalan 6 bulan, sementara jenis usahanya semua sektor bisa kami berikan. Yang terpenting calon nasabah punya usaha yang memang berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Ia pun memastikan bahwa biaya yang dipungut dari program ini cukup terjangkau dan tidak akan memberatkan debitur, karena ini adalah subsidi murah dari pemerintah. []