Laba Krakatau Steel Mencapai Rp1,06 Triliun, Tak Jadi Bangkrut?

BUMNREVIEW.COM, Jakarta – Laba Kraktau Steel sepanjang tahun 2021 terus melonjak secara drastis dari yang sebelumnya mengalami kerugian selama bertahun-tahun.

Kali ini BUMN sektor pengolahan baja tersebut berhasil membukukan laba sebesar Rp1,06 triliun pada bulan November lalu.

Besarnya nilai laba Krakatau Steel ini sekaligus menjadi pembuktian bahwa perkiraan perusahaan ini bakal merugi hingga bangkrut tidak terbukti.

Jika dibandingkan dengan capaian tahun lalu, besaran laba Krakatau Steel tahun ini meningkat hingga 66,9 persen.

Direktur Keuangan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Tardi menjelaskan untuk total pendapatan yang dibukukan sebesar Rp30 triliun.

Dengan capaian positif ini, Tardi yakin perusahaan akan membawa sinyal bagi para investor dan lender bahwa perusahaan ini terus berupaya bangkit dan menyelesaikan persoalan utang.

“Selain pendapatan dan laba, kami juga berhasil menaikkan EBITDA dari periode tahun lalu yaitu naik 105 persen menjadi Rp2,2 triliun,” ungkap Tardi, Minggu 19 Desember 2021.

Emiten berkode saham KRAS ini selanjutnya akan membayar utang sebesar 200 juta dolar AS yang jatuh tempo di bulan ini.

Tardi menjelaskan, kewajiban yang akan dibayarkan itu kepada beberapa Bank BUMN, yakni Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia dan Bank Rakyat Indonesia.

Menurutnya, perseroan telah menyusun langkah-langkah agar mereka dapat melunasi kewajiban itu tepat waktu.

“Kementerian BUMN terus memberikan dukungan, dan kami akan melakukan pembayaran kewajiban tersebut sesuai waktunya. Kita sedang menyiapkan langkah-langkah untuk membayar,” tandasnya.

Setelah melakukan berbagai pembenahan dan transformasi, BUMN ini terus menunjukkan kinerja yang membaik, termasuk laba Krakatau Steel yang meningkat.

Salah satunya dalam hal penguasaan pasar dalam negeri yang kini menguasai 48 persen dari penjualan produk Hot Rollet Coil.

Guna meraih kinerja terbaik, Direktur Komersial PT Krakatau Steel Melati Sarnita menjelaskan, pihaknya mengoptimalkan klaster industri baja dari baja hilir dan support.

“Kami juga baru mengeluarkan inovasi terbaru yakni platform marketplace  KRASmart yang harapkan dapat memberi kemudahan dalam membeli baja dengan standar dan layanan yang baik,” ungkap Melati.

Hadirnya KRASmart ini juga diharapkan dapat meningkatkan pemasaran yang lebih efisien dalam waktu dan membangun brand awareness serta memudahkan konsumen. []