Pasokan Baja Krakatau Steel Siap Penuhi Kebutuhan Industri Mobil Listrik

Pasokan Baja Indonesia

BUMNREVIEW.COM, Jakarta – Pasokan Baja Indonesia untuk memulai industri mobil listrik nasional dipastikan cukup.

Hal ini disampaikan Direktur Utama Krakatau Steel, Silmy Karim menyikapi progress industri mobil listrik yang menggantungkan kebutuhannya dari pasokan baja Indonesia.

Ia optimis bahwa pasokan baja Indonesia saat ini sangat mencukupi untuk memproduksi electric vehicle (EV) atau kendaraan listrik termasuk berbagai komponen pendukungnya.

Ia mencontohkan, keperluan baja untuk industri otomotif dalam negeri sekitar 800 ribu hingga 1 juta ton per tahun dan ini ditargetkan bisa terpenuhi di tahun 2025 mendatang.

“Untuk memenuhi kebutuhan nasional, kami sudah memulai produksi bahan baku baja CRC sesuai dengan kapasitas yang dibutuhkan, ujar Silmy Karim, Senin (16/5/2022).

Saat ini, BUMN berkode KRAS tersebut memang masih mengimpor sebanyak 350 ribu ton baja per tahun untuk memenuhi keperluan industri otomotif di Indonesia.

Impor ini dilakukan dengan skema joint venture bersama salah satu perusahaan asal Jepang, namun ke depannya dipastikan bisa dipenuhi secara nasional.

Menurut Silmy, pasokan baja Indonesia yang tercukupi akan mampu mendukung upaya pemerintah dalam menjadikan RI sebagai pemain utama dalam industri kendaraan bermotor listrik.

Meski begitu, Silmy juga mengingatkan bahwa perlu disiapkan peta jalan (roadmap) yang lengkap dan terintegrasi antara pelaku industri dan penyedia bahan baku agar target itu bisa tercapai.
Selain antar pelaku usaha, diperlukan juga koordinasi dengan para investor, pemilik teknologi, pemerintah, dan penyempurnaan regulasi untuk mencapai tujuan itu.

“Target pemerintah menjadikan Indonesia sebagai pemain mobil listrik itu sudah tepat, sekarang hanya perlu penguatan sinergi antara semua pihak,” jelas Ketua Umum Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA) ini.

Seperti diketahui, Pemerintah RI sudah pasang target di 2030 nanti Indonesia bisa mengembangkan produksi kendaraan bermotor Internal Combustion Engine (ICE) maupun EV yang bisa bersaing di pasar global.

Pemerintah juga menargetkan sektor otomotif bisa meningkatkan volume produksi hingga 3 juta unit, dengan porsi 25 persennya adalah kendaraan listrik.

Namun dalam Perpres Nomor 74 Tahun 2022 disebutkan bahwa pasokan baja Indonesia sebagai bahan baku utama masih belum optimal untuk mendukung industri mobil listrik.

Dalam Beleid tersebut tertulis bahwa salah satu permasalahan yang dihadapi yaitu industri mobil listrik membutuhkan baja khusus yang harus diimpor karena produk dari pabrik baja domestik masih fokus kepada baja konstruksi. []