Pembubaran BUMN, ini Kata Stafsus Menteri BUMN!

Pembubaran BUMN

BUMNREVIEW.COM, Jakarta – Pembubaran BUMN ‘sakit’ terus dikebut oleh Kementerian terkait agar bisa segera terealisasi.

Saat ini Kementerian BUMN juga masih memproses pembubaran BUMN sebanyak empat perusahaan.

Keempatnya adalah Maskapai Merpati, Kertas Leces, Istaka Karya, dan PT Pembiayaan Armada Niaga Nasional atau PANN yang kini sedang dilakukan upaya Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

Hal itu disampaikan Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga pada Rabu (18/5/2022) menjawab pertanyaan awak media.

Ia menjelaskan, setelah pembubaran BUMN ini rampung, pihaknya akan menawarkan para karyawan tersebut untuk bekerja di perusahaan pelat merah yang lain untuk mencegah PHK.

Terkait kapan proses pembubarannya selesai, ia menargetkan di tahun ini harus sudah rampung atau sebelum pelaksanaan Pilpres 2024 nanti.

“Kalau sekarang kan Merpati, Istaka, PANN dan PT Kertas Leces masih proses ke PKPU, target kami selesai tahun ini,” tandasnya.

Terkait rencana penutupan Maskapai Merpati, mantan Timses Jokowi di Pilpres 2019 ini memastikan tidak akan terbang atau beroperasi lagi.

Karena saat ini Kementerian BUMN hanya fokus pada restrukturisasi Maskapai Garuda dan juga pengembangan maskapai baru yaitu Maskapai Pelita Air.

Namun ia menyebut bahwa Merpati masih terjebak dalam masalah pembayaran sisa pesangon para karyawannya.

Terkait hal itu, PT Merpati menyebut siap mengikuti pelunasan sisa pesangon ini sesuai perjanjian awal antara pihak perseroan dan pegawai.

“Jadi perjanjiannya pesangon dibayar kalau ada investor masuk itu inti perjanjiannya,” ujar dia.

Adapun pembubaran BUMN ini merupakan bagian dari upaya pemerintah agar fokus pada peningkatan kinerja perusahaan pelat merah yang hasilnya positif.

Selain keempat BUMN di atas, ada juga beberapa perusahaan lainnya yang bakal dibubarkan, di antaranya PT Industri Gelas, PT Kertas Kraft Aceh, dan Industri Sandang Nusantara dan PT Industri Gelas.

Sebelumnya Menteri BUMN Erick Thohir menjelaskan, sejumlah perusahaan yang akan dibubarkan ini memang sudah lama tidak beroperasi.

Menurutnya, BUMN yang sudah lama vakum tidak boleh terus menerus dibiarkan, apalagi tidak ada kepastian untuk nasib karyawannya.

Maka langkah yang digencarkan Erick Thohir saat ini adalah membentuk Holding BUMN dan merger perusahaan sesuai klaster bisnisnya agar kinerjanya semakin optimal.

Selain menutup BUMN yang sudah lama mati suri, Erick juga terus didorong pembubaran anak dan cucu perusahaan BUMN yang jumlahnya mencapai ratusan. []