Sabtu, Oktober 31, 2026
Beranda BERITA UTAMA Pendapatan Jasa Marga Naik 7,9%, Transaksi Tol Lampaui 981 Juta Kendaraan

Pendapatan Jasa Marga Naik 7,9%, Transaksi Tol Lampaui 981 Juta Kendaraan

Pendapatan Jasa Marga

BUMNREVIEW.COM, Jakarta – Pendapatan Jasa Marga menunjukkan pertumbuhan positif sepanjang sembilan bulan pertama 2026. PT Jasa Marga (Persero) Tbk membukukan pendapatan usaha Rp15,6 triliun hingga September 2026.

Capaian tersebut meningkat 7,9% secara tahunan, mencerminkan penguatan bisnis jalan tol serta keberhasilan perusahaan mengoptimalkan kegiatan operasional.

Pendapatan tol menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp14,3 triliun atau tumbuh 6,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, pendapatan usaha lainnya melonjak 21,5% menjadi Rp1,3 triliun. Pertumbuhan ini menunjukkan perkembangan positif bisnis pendukung perusahaan.

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menegaskan bahwa kesehatan keuangan menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan bisnis dan pengembangan infrastruktur.

Menurutnya, perusahaan terus meningkatkan efisiensi operasional sekaligus menjaga kemampuan investasi untuk memperluas jaringan jalan tol.

Strategi tersebut mendukung peningkatan kualitas layanan, penguatan konektivitas, serta penciptaan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Pendapatan Jasa Marga Menguat, Laba Bersih Capai Rp2,7 Triliun

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, Jasa Marga mencatat EBITDA sebesar Rp10,5 triliun dengan margin mencapai 67%.

Perseroan juga membukukan laba bersih yang menjadi hak pemegang saham induk sekitar Rp2,7 triliun hingga kuartal III-2026.

Capaian tersebut mencerminkan kemampuan perusahaan menjaga profitabilitas melalui efisiensi biaya dan optimalisasi operasional.

Dari sisi layanan, volume transaksi jalan tol mencapai lebih dari 981 juta kendaraan sepanjang Januari hingga September 2026.

Sementara itu, lalu lintas harian rata-rata mencapai sekitar 3,6 juta kendaraan. Aktivitas tersebut memperkuat kontribusi bisnis tol terhadap pendapatan.

Jasa Marga juga mempertahankan posisi sebagai pengelola jalan tol terbesar di Indonesia dengan jaringan operasi lebih dari 1.290 kilometer.

Perusahaan terus mengembangkan sejumlah proyek strategis untuk meningkatkan konektivitas antardaerah dan memperlancar distribusi logistik nasional.

Salah satu pencapaian terbaru ialah pengoperasian Segmen Gending–Paiton sepanjang 24 kilometer pada Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi.

Selain itu, Jasa Marga melanjutkan pengembangan Tol Jakarta–Cikampek II Selatan, Akses Patimban, Yogyakarta–Bawen, serta Solo–Yogyakarta–YIA Kulon Progo.

Pengembangan infrastruktur tersebut berpotensi mempercepat mobilitas masyarakat, memperluas aktivitas perdagangan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Di tengah ekspansi jaringan, Jasa Marga juga memperkuat transformasi digital untuk meningkatkan efisiensi dan keselamatan pengguna jalan.

Perusahaan memanfaatkan teknologi Hawkeye 2000 untuk mendukung inspeksi jalan serta sistem TROOPS dalam pemantauan operasional.

Jasa Marga turut mengembangkan teknologi Weigh In Motion untuk mendeteksi beban kendaraan dan mendukung program Zero ODOL 2027.

Integrasi teknologi tersebut menjadi langkah penting dalam meningkatkan keamanan, kualitas layanan, dan keberlanjutan infrastruktur nasional.

Menjelang akhir 2026, perseroan juga mempersiapkan layanan untuk menghadapi peningkatan mobilitas selama libur Natal dan Tahun Baru.

Dengan pertumbuhan pendapatan dan inovasi berkelanjutan, Jasa Marga optimistis memperkuat kinerja bisnis sekaligus mendukung konektivitas ekonomi Indonesia. []