Pentingnya Bayar Pajak Kendaraan dan SWDKLLJ, untuk Jaminan Perlindungan Kecelakaan Lalu Lintas Jalan. Warga Bali , Yuk Manfaatkan Kebijakan Pemutihan Pajak Kendaraan

Pemutihan Pajak Kendaraan

BUMNREVIEW.COM, Jakarta – Kecelakaan lalu lintas  bisa terjadi kapan saja dan menimpa siapa saja. Potensi kecelakaan di jalan raya bahkan tidak hanya mengintai pengendara yang tidak taat berlalu lintas, tetapi bisa juga dialami oleh pengendara yang taat dalam berlalu lintas. Faktor manusia menjadi faktor dominan penyebab kecelakaan lalu lintas. Untuk itu kesadaran berkendara yang berkeselamatan menjadi faktor penting untuk mengurangi angka kecelakaan di jalan raya yang dari hari-kehari terus mengalami lonjakan korban.  Peristiwa kecelakaan sendiri bisa disebabkan oleh pengendara lain atau justu kendaraan kita sendiri.  Itulah sebabnya pengendara kendaraan bermotor diwajibkan membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), karena pada saat kita patuh dalam meregristasi ulang kendaraan dan membayar pajak PKB, secara bersamaan kita telah membayar Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu lintas Jalan (SWDKLLJ) Jasa Raharja sebagai bentuk jaminan kecelakaan, jika peristiwa kecelakaan  tidak dapat dihindari.

Kepala Jasa Raharja Cabang Bali, Abubakar Aljufri dalam keteranganya menyampaikan pentingnya  membayar pajak kendaraan bermotor sebagai wujud kepatuhan  dan ketaatan kepada pemerintah daerah, sehingga pemerintah dapat melakukan pemerataan pembangunan secara berkelanjutan. Selain itu Abubakar mengingatkan kepada masyarakat bahwa dalam melakukan pembayaran pajak kendaraan juga tertera Jaminan perlindungan kepada pengendara lalu lintas jalan lewat pembayaran SWDKLLJ. Meski tertera dengan jelas pada STNK, namun masih banyak pemilik kendaraan bermotor tidak mengetahui manfaat dari pentingnya SWDKLLJ.

SWDKLLJ sendiri merupakan asuransi yang diberikan bagi korban kecelakaan lalu lintas jalan. Jaminan berupa perlindungan dasar bagi masyarakat korban kecelakaan lalu lintas berupa biaya perawatan korban luka-luka di rumah sakit, santunan korban meninggal dunia serta perawatan kesehatan lainya. Pembayaran premi sendiri bersifat wajib bagi semua orang maupun perusahaan/badan yang memiliki kendaraan bermotor. Dasar hukum SWDKLLJ adalah UU No. 34 tahun 1964 Jo PP No. 18 Tahun 1965 tentang Dana Kecelakaan Lalu lintas Jalan. Adapun besaran biayanya tergantung pada tipe dan jenis kendaraan, dan  penetapan biaya sudah ditentukan lewat peraturan Mentri Keuangan RI Nomor : 16/PMK.010/2017 tanggal 13 Februari 2017. Dengan besaran bervariasi mulai dari kendaraan roda dua Rp. 35.000 dan untuk kendaraan roda empat berkisar antara Rp. 73.000 hingga Rp.163.000.

Selain itu, Abubakar juga mengingatkan untuk pemilik kendaraan baru dan juga para pemilik dealer kendaraan, untuk tidak lupa melakukan pembayaran Surat Tanda Coba Kendaraan (STCK) SWDKLLJ Jasa Raharaja, ini penting karena kendaraan baru umumnya belum terdaftar lewat integrasi  mekanisme di kantor bersama samsat hingga plat kendaran permanen diterbitkan.  Namun kecelakaan bisa menimpa  siapa saja, sehingga kendaraan baru  juga perlu antisipasi untuk tetap dapat menjamin pengguna kendaran baru. Jelas Abu.

Adapun nilai santunan yang ditetapkan pemerintah meliputi korban luka-luka maksimal 20 Juta untuk untuk biaya perawatan. Sedangkan ahli waris korban meninggal dunia berhak mendapatkan santunan sebesar 50 juta rupiah. Selain itu ada dana P3K dan biaya ambulan dari tempat kejadian kecelakaan menuju pusat fasilitas kesehatan pertama seperti puskesmas atau rumah sakit.

Lebih Lanjut, beliau menjelaskan terkait pembayaran santunan untuk Cabang Bali sampai bulan Juni 2023  tercatat sebesar 20,53 Miliyar, mengalami peningkatan sebesar 5,99 Miliyar atau sebesar 41,2 % dibandingkan tahun 2021 sebesar 14,54 Miliyar. Kenaikan ini disebabkan adanya peningkatan mobilitas pergerakan masyarakat di wilayah Bali pasca mulai melandainya wabah pandemi Covid-19. Sehingga upaya pencegahan perlu dilakukan untuk mengurangi angka kecelakaan yang terus tumbuh. Dari data yang ada terlihat 57 % kecelakaan terjadi akibat tabrakan kendaraaan roda dua , 31 % kendaraan roda empat, dan 11 % di dominasi truk dan kendaraan angkutan barang. Lebih parah lagi mayoritas korban kecelakaan lalu lintas merupakan usia produktif antara 20 s.d 29 tahun.

Terkait hal tersebut, Kepala Jasa Raharja Cabang Bali terus menghimbau kepada masyarakat untuk selalu taat membayar pajak tahunan kendaraan dan dana SWDKLLJ Jasa Raharja. Ayo Warga Bali khusunya Manfaatkan kebijakan penghapusan Bunga dan denda PKB dan BBNKB , serta penghapusan Denda SWDKLLJ Jasa Raharja tahun lalu dan tahun tahun lalu , sejak 12 Juni hingga 31 Agustus 2023.

Mengingat pentingnya peran SWDKLLJ dalam memberikan kepastian jaminan kepada korban laka lantas saat kecelakaan tidak dapat dihindari. Namun dibalik semua itu yang terpenting adalah bagaimana membiasakan untuk menerapkan pola berkendara yang aman dan mematuhi standarisasi berkendara. Untuk itu Jasa Raharja bersama mitra terkait terus memberikan himbauan ataupun upaya pencegahan dini, sebelum kecelakaan terjadi, setidaknya dengan upaya berkendara berkeselamatan dapat mengurangi angka kecelakaan dan juga risiko fatalitas yang ditimbulkan. Tutup abu.[]