Port Stay Dipangkas, Transformasi Pelindo Perkuat Logistik

Transformasi Pelindo

BUMNREVIEW.COM, Jakarta – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) terus mempercepat transformasi operasional di berbagai pelabuhan strategis nasional guna menekan port stay atau waktu sandar kapal.

Upaya ini menjadi fondasi penting dalam meningkatkan efisiensi rantai logistik serta memperkuat daya saing ekonomi Indonesia, terutama di tengah dinamika perdagangan global yang semakin kompetitif.

Direktur Utama Pelindo Arif Suhartono menegaskan bahwa pemendekan port stay bukan sekadar target teknis, melainkan hasil dari transformasi menyeluruh yang mencakup sistem, sumber daya manusia, infrastruktur, hingga tata kelola organisasi.

Transformasi tersebut dijalankan secara bertahap pascamerger Pelindo I–IV pada 2021, yang menyatukan pengelolaan pelabuhan nasional dalam satu entitas terintegrasi.

Menurut Arif, semakin singkat waktu sandar kapal, semakin lancar pula arus barang yang bergerak dari dan menuju pelabuhan.

Efek lanjutannya adalah peningkatan frekuensi pelayaran, yang secara bertahap dapat menurunkan biaya logistik karena beban operasional kapal tersebar pada lebih banyak perjalanan.

Kondisi ini dinilai krusial untuk memperkuat efisiensi distribusi barang, baik untuk kebutuhan domestik maupun ekspor-impor.

Namun, proses transformasi tersebut tidak berjalan seragam di seluruh pelabuhan. Ada pelabuhan yang menunjukkan hasil signifikan, sementara sebagian lainnya masih berada dalam tahap penyesuaian.

Tantangan utama yang dihadapi Pelindo adalah standardisasi operasional, mengingat sebelumnya setiap pelabuhan memiliki sistem dan budaya kerja masing-masing.

Melalui komunikasi intensif dan pendekatan kolaboratif, Pelindo secara bertahap berhasil membangun kesamaan visi di internal perusahaan.

Transformasi juga mendorong pemangku kepentingan eksternal, seperti pemilik kargo dan pengemudi truk kontainer, untuk menyesuaikan diri dengan sistem baru yang lebih terintegrasi dan berbasis digital.

Setelah penyeragaman sistem berjalan, Pelindo melangkah lebih jauh dengan melakukan sentralisasi perencanaan dan pengendalian operasional.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menjadikan Pelindo sebagai operator pelabuhan berkelas global.

Pada akhir 2025, uji coba kontrol operasional jarak jauh telah dilakukan di Pelabuhan Makassar dan Bitung sebagai tahap awal implementasi.

Pelindo saat ini menguasai sekitar 95 persen pangsa pasar peti kemas nasional. Sepanjang 2025, perusahaan mencatat pertumbuhan trafik sebesar 6 persen, mencakup aktivitas ekspor, impor, dan domestik.

Capaian tersebut memperkuat optimisme manajemen bahwa transformasi pelabuhan akan terus memberikan kontribusi nyata bagi efisiensi logistik dan pertumbuhan ekonomi nasional. []