Produksi Semen Baturaja Bakal Gunakan Teknologi Kecerdasan Buatan

Produksi Semen Baturaja

BUMNREVIEW.COM, Jakarta – Produksi semen Baturaja atau SMBR dalam waktu dekat akan menggunakan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Saat ini pihak perseroan sedang mengembangan teknologi AI di pabrik untuk membuat proses produksi semen Baturaja semakin efisien dan praktis.

Direktur Produksi dan Pengembangan PT Semen Baturaja, Daconi mengatakan, penggunaan teknolgi ini ditargetkan dapat berjalan mulai akhir tahun ini.

Dalam sistem produksi semen Baturaja, teknologi AI difokuskan untuk pemeliharaan atau predictive maintenance alat-alat utama pabrik.

“Jadi ini sebagai langkah efisiensi dalam menghasilkan produk semen berkualitas, maka PT Semen Baturaja terus melakukan pengembangan AI agar bisa segera digunakan di tahun 2022,” kata Daconi, Rabu (16/3/2022).

Daconi menjelaskan penerapan Teknologi Intelligence Process Control System sebenarnya sudah dilakukan pada proses pembakaran, selanjutnya akan dikembangkan lagi untuk proses penggilingan.

“Selain proses produksi semen Baturaja yang semakin efisien, teknologi ini juga akan memperkuat sistem operasional IT dan keamanan siber perseroan. Jadi kami benar-benar menerapkan proses industri 4.0,” ungkapnya.

Menurutnya, teknologi AI juga bagian dari upaya BUMN ini dalam menjalankan transformasi industri sesuai dengan arahan dari Menteri BUMN dan Menteri Perindustrian.

Untuk itu, pihaknya sudah membentuk tim transformasi industri 4.0 dan ditargetkan tahun 2024 nanti SMBR bisa meraih skor 3,5 dari Asesmen Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0).

Pasalnya, dari hasil Asesmen INDI 4.0 sebelumnya, BUMN sektor ini baru bisa mencapai skor 3 yang menunjukan SMBR berada pada level kesiapan matang.

Terkait kinerja perusahaan, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Semen Baturaja, M Jamil menyatakan total laba bersih sepanjang tahun 2021 mencapai Rp51,82 miliar.

Jamil menyebut laba bersih SMBR Ini meroket hingga 372 persen dibanding capaian laba tahun 2020.

Namun SMBR masih berupaya menghadapi berbagai tantangan, seperti terjadinya over supply di industri semen tanah air, kenaikan komoditas batu bara, hingga pandemi Covid-19.

“Tahun lalu volume penjualan SMBR naik 1 persen, dan nilai pendapatan naik 2 persen. Kinerja positif itu juga didukung berbagai inisiatif strategis yang telah kita jalankan,” pungkasnya. []