Proyek Pipa Pertamina Garapan Hutama Karya Rampung di 2023

Proyek Pipa Pertamina

BUMNREVIEW.COM, Jakarta – Proyek pipa Pertamina yang membentang dari Cilacap hingga Bandung terus dipercepat oleh PT Hutama Karya.

Pengerjaan proyek pipa Pertamina ini sudah mencapai 80 persen, dan ditargetkan rampung pada pertengahan tahun 2023.

Adapun progress proyek pipa Pertamina Cilacap Bandung (CB III) ini telah terpasang sepanjang 113 km dengan sisa pekerjaan berupa penanaman sisa pipa, perbaikan, serta uji coba.

Direktur Operasi II Hutama Karya Gunadi mengatakan, pihaknya masih merampungkan sisa pengerjaan proyek milik Pertamina yang membentang dari Lomanis hingga ke Tasikmalaya, Jawa Barat tersebut.

Menurutnya proyek pipa Pertamina ini adalah salah satu proyek strategis karena akan berperan dalam distribusi supply BBM jenis Premium, Solar, dan Pertamax bagi wilayah Jawa Barat bagian selatan.

“Proyek ini akan memberikan manfaat yang sangat besar dalam hal distribusi BBM di Jawa Barat, kami terus mempercepat pengerjan dengan tetap memperhatikan keamanannya,” kata dia dalam keterangan pers, Rabu (28/12/2022).

Gunadi optimis proyek ini bisa rampung di pertengahan 2023 dengan menerapkan metode konstruksi khusus, seperti open cut dan horizontal directional drilling (HDD).

Menurutnya pipa Cilacap-Bandung yang ada saat ini sudah tidak layak digunakan karena sering bocor di beberapa titik lokasi dan kondisi lahan yang dilalui tidak dapat digali secara manual.

Maka dengan metode konstruksi khusus pada proyek pipa Pertamina ini Hutama Karya bisa menghemat biaya recovery dari jalur yang dilewati dan menghindari kebocoran pipa.

BUMN Karya ini mengerahkan 133 pekerja profesional, dan pipanya juga menggunakan bahan berkualitas dengan diameter 20 inchi, dua kali lebih besar dari pipa sebelumnya.

Gunadi menambahkan, proyek pipa CB III akan terpasang sepanjang 126,5 km dari TBBM Lomanis Cilacap Jateng hingga TBBM Tasikmalaya Jabar.

Untuk pembangunan proyek Engineering, Procurement, and Construction (EPC) di jalur pipa ini, digarap dengan skema Kerja Sama Operasi (KSO) antara HK dan PT Timas.

Proyek EPC ini telah dimulai sejak bulan Desember 2018 dengan keseluruhan nilai proyek mencapai Rp446,4 miliar.

Gunadi menyebut kondisi lokasi proyek pipa CB III berkaitan langsung dengan lingkungan masyarakat, sehingga perlu kerja sama tim dan komunikasi yang baik dari stakeholder kepada warga sekitar.

“Komunikasi sangat penting dalam menyukseskan pengerjaan pipa CB III ini karena merupakan salah satu objek vital nasional dalam pemenuhan BBM,” tutupnya. []