Restorasi CN235 PTDI, TNI AU Terus Perkuat Langit Indonesia

Restorasi CN235 PTDI

Restorasi CN235 PTDI (PT Dirgantara Indonesia) telah tuntas dan sukses diserahterimakan kepada TNI Angkatan Udara.

Sebagai BUMN, PTDI kembali menegaskan perannya sebagai tulang punggung industri dirgantara nasional melalui berbagai proyek industri kedirgantaraan.

Pesawat dengan tail number A-2305 tersebut resmi diserahterimakan setelah tuntas menjalani rangkaian pemulihan dan modernisasi di fasilitas PTDI, Bandung.

Program restorasi ini menjadi langkah strategis dalam menjaga kesiapan operasional alat utama sistem persenjataan (alutsista) nasional.

Pesawat yang sebelumnya berstatus tidak laik operasi kini kembali aktif dengan standar keselamatan dan keandalan yang lebih tinggi.

Keberhasilan restorasi CN235 PTDI ini sekaligus menunjukkan kapabilitas perseroan dalam menangani perawatan dan peningkatan pesawat berkompleksitas tinggi di dalam negeri.

Lingkup pekerjaan restorasi meliputi inspeksi menyeluruh, perpanjangan usia struktur, pembaruan sistem avionik, penataan ulang instalasi kelistrikan, hingga penyegaran interior dan pengecatan eksterior.

PTDI menerapkan strategi mid-life upgrade dengan memadukan struktur pesawat yang masih layak dengan teknologi sistem terbaru, sehingga menghasilkan efisiensi biaya tanpa mengurangi kualitas operasional.

Modernisasi avionik menjadi fokus utama, termasuk penerapan cockpit digital, pemasangan Flight Management System generasi baru, serta peningkatan interoperabilitas dengan sistem komunikasi militer.

Pembaruan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran situasional awak pesawat sekaligus mendukung operasi taktis TNI AU yang semakin dinamis.

Dukungan Restorasi CN235 PTDI

Direktur Produksi PTDI, Dena Hendriana, menegaskan bahwa program restorasi CN235 PTDI ini tidak hanya mengaktifkan kembali pesawat, tetapi juga meningkatkan standar keselamatan dan kompatibilitas sistem sesuai kebutuhan operasi terkini.

Dari sisi pengguna, TNI AU menilai restorasi ini sangat krusial untuk memperkuat armada angkut, khususnya dalam mendukung operasi dan latihan di wilayah strategis seperti Papua.

Selain peran militernya, CN235-100M yang telah direstorasi juga disiapkan untuk mendukung misi kemanusiaan dan penanggulangan bencana.

Dengan kemampuan angkut taktis yang fleksibel, pesawat ini diharapkan dapat berkontribusi dalam berbagai kebutuhan nasional di luar operasi pertahanan.

Keberhasilan restorasi A-2305 turut ditopang oleh dominasi tenaga muda PTDI, mencerminkan keberhasilan regenerasi insinyur nasional.

Sinergi berkelanjutan antara PTDI dan Kementerian Pertahanan RI menjadi fondasi penting dalam memperkuat kemandirian industri pertahanan Indonesia.

Program ini diharapkan menjadi tolok ukur bagi modernisasi alutsista nasional berbasis kemampuan dalam negeri. []