Rights Issue BTN, Investor: “Bakal Katrol CAR 20 Persen”

Rights Issue BTN

BUMNREVIEW.COM, Jakarta – Rights Issue BTN (PT Bank Tabungan Negara Tbk) akan dilakukan sebagai upaya untuk menambah modal perusaahaan.

Dari hasil rights issue BTN ini, perseroan menargetkan bakal meraup dana segar sebesar Rp4,13 triliun, yaitu Rp 2,48 triliun dari PMN dan Rp1,65 triliun dari pemegang saham public.

Kementerian BUMN mendukung program BTN ini dan optimis dengan hak memesan efek terlebih dahulu (Rights Issue), ekspansi kredit BTN akan lebih besar dalam beberapa tahun ke depan.

Staf khusus Kementerian BUMN, Arya Mahendra Sinulingga mengatakan, pihaknya mengizinkan BTN melakukan rights issue sebagai bentuk apresiasi pemegang saham terhadap investor publik untuk meningkatkan porsi kepemilikan di bank ini.

“Aksi korporasi BTN ini akan berbeda karena dilakukan oleh institusi perbankan yang fokus bisnisnya spesifik di bidang properti dan mendapat penugasan dari negara,” kata Arya dalam keterangannya, Rabu (16/11/2022).

Dalam menjalankan rights issue, bank BUMN ini akan menerbitkan saham baru hingga 4,6 miliar saham Seri B, nilainya Rp500 per saham.

Pemerintah memperkirakan masuknya dana baru ini akan memperkuat kemampuan Bank BTN dalam mendongkrak pertumbuhan kredit ke depan

Untuk diketahui, per September 2022, perseroan sudah mencatatkan penyaluran kredit hingga Rp289 triliun, naik sebesar 7,18 persen secara tahunan (YoY).

Menurut Arya, dengan kinerja keuangan yang terus bertumbuh, dalam waktu dekat Price to Book Value (PBV) BTN akan bisa sejajar dengan bank BUMN lainnya.

Di sisi lain, bisnis properti dikhawatirkan akan melambat di tahun 2023 karena imbas kenaikan inflasi dan suku bunga tinggi.

Terkait hal ini, Arya optimis permintaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dari BTN akan tetap tumbuh, karena target pasarnya adalah rumah tinggal pertama dan bukan untuk aset properti.

Saat ini, jumlah calon pemilik rumah pertama di Indonesia masih sangat banyak, terbukti dari angka backlog masih sangat tinggi, terutama dari kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Terpisah, Analis RHB Sekuritas Indonesia Ryan Santoso dan Andrey Wijaya mengatakan, masuknya dana segar dari rights issue BTN akan mengerek capital adequacy ratio (CAR) BTN hingga 20 persen.

RHB Sekuritas juga memperkirakan masuknya dana ini dari rights issue BTN akan memperkuat perusahaan untuk mendongkrak penyaluran KPR di tahun-tahun mendatang.

“Kredit perumahan akan tetap tumbuh karena pemerintah juga menargetkan penyaluran subsidi rumah di tahun 2023 sebanyak 200 ribu unit, naik dari target tahun ini sebanyak 168 ribu unit,” tulis Ryan. []