BUMNREVIEW.COM, Jakarta – Pengembangan SDM Bank Mandiri menjadi salah satu fokus utama dalam strategi memperkuat daya saing perusahaan di tengah perubahan industri jasa keuangan yang semakin dinamis. Danantara bersama Badan Pengelola (BP) BUMN menilai investasi pada sumber daya manusia, riset, dan inovasi merupakan fondasi penting untuk menjaga pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang.
Komitmen tersebut disampaikan Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, saat menggelar pertemuan dengan jajaran Direksi Bank Mandiri pada belum lama ini.
Dalam arahannya, Dony meminta Bank Mandiri mempertahankan budaya kerja yang adaptif, kolaboratif, lincah, dan berorientasi pada hasil. Menurutnya, karakter tersebut menjadi modal penting agar perusahaan mampu menghadapi perubahan bisnis sekaligus mempertahankan posisinya sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia.
Dony menegaskan bahwa keberhasilan perusahaan tidak cukup diukur dari pencapaian kinerja keuangan. Perusahaan juga harus menyiapkan generasi penerus yang memiliki kompetensi tinggi agar mampu melanjutkan pertumbuhan bisnis secara berkesinambungan.
Ia mengingatkan agar perusahaan tidak mengurangi investasi pada pengembangan talenta hanya demi mengejar target jangka pendek. Program pendidikan, pelatihan, hingga kesempatan belajar di luar negeri harus tetap menjadi prioritas karena berperan besar dalam membangun kualitas kepemimpinan masa depan.
SDM Bank Mandiri Jadi Fondasi Inovasi dan Daya Saing
Penguatan SDM Bank Mandiri juga diarahkan untuk memperkuat budaya riset dan inovasi di lingkungan perusahaan. Menurut Dony, pengembangan kompetensi pegawai harus berjalan beriringan dengan peningkatan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan produk dan layanan yang relevan dengan kebutuhan pasar.
Ia menilai investasi pada research and development, product development, serta program pelatihan merupakan langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan perusahaan. Semakin kuat kualitas talenta yang dimiliki, semakin besar pula peluang perusahaan menciptakan inovasi dan mempertahankan keunggulan kompetitif.
Selain memperkuat kompetensi individu, Bank Mandiri juga didorong untuk terus membangun budaya belajar di seluruh lini organisasi. Lingkungan kerja yang mendukung kolaborasi dan inovasi dinilai mampu menghasilkan solusi bisnis yang lebih cepat, efektif, dan berorientasi pada kebutuhan nasabah.
Pendekatan tersebut sejalan dengan tantangan industri perbankan yang semakin dipengaruhi perkembangan teknologi digital, perubahan perilaku konsumen, serta meningkatnya persaingan di sektor jasa keuangan.
Melalui penguatan SDM Bank Mandiri, Danantara berharap perseroan mampu mempertahankan performa bisnis sekaligus mencetak pemimpin masa depan yang memiliki kapasitas global. Investasi pada talenta, riset, dan inovasi diyakini akan menjadi faktor pembeda yang memperkuat keberlanjutan perusahaan serta meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian nasional dalam jangka panjang. []




