Tabrakan Beruntun di Wilayah Tabanan saat Hari Raya Kuningan, Jasa Raharja Bali Gerak Cepat Kunjuni Korban di TKP dan Berikan Jaminan Biaya Perawatan

Hari Raya Kuningan

BUMNREVIEW.COM, Jakarta – Kecelakaan maut saat Hari Raya Kuningan terjadi di jalur Denpasar-Singaraja, tepatnya di Banjar Pacung, Desa/Kecamatan Baturiti, Kab. Tabanan pada Sabtu (18/6/2022) siang. Sebuah bus pariwisata Plat B-7134-WGA menabrak 8 mobil dan kendaraan 2 roda dua yang sedang melaju dan parkir.

Dalam peristiwa sekitar pukul 11.30 Wita ini dilaporkan satu orang meninggal dunia. Warga tersebut bernama Ni Wayan Wandani, 30, yang ditabrak bus dan merupakan pejalan kaki. Kecelakaan bermula saat kendaraan Bus bernomor polisi B-7134-WGA yang datang dari arah Utara Bedugul tujuan Denpasar, setiba di TKP kendaraan sudah oleng dan rem blong menyebabkan kendaraan tidak terkendali selanjutnya menabrak mobil Avanza yang datang dari arah berlawanan, selanjutnya menabrak kendaraan mobil AVP hinga terjatuh ke Saluran Air Sebelah timur Jalan, dan juga menabrak 6 kendaraan roda empat lainya  dan juga 2 Sepeda Motor.

Selain menimbulkan korban jiwa kecelakaan juga menyebabkan sejumlah orang luka-luka. Berdasarkan data yang diperoleh, korban luka-luka antara lain L. Occa Jaclyn Maureen ( Pr/32th/Warga Negara Inggris), Voonna Monisha Manohar ( Pr/33th/Warga Negara India), Lee Han Sol (Pr/30/Warga Negara Inggris), Madeleine Kristen Brown (Pr/34/Warga Negara Australia), Bethany Rachel Merrit (Pr/37/Warga Negara Amerika), Jean Philippe F Migeot, Putu Sudadiarta (Lk/49 th) , I Wayan Swadana ( lk/47 th)

Mendapatkan informasi terkait laka beruntun di wilayah Tabanan, PT Jasa Raharja Cabang Bali langsung bergerak cepat ke lokasi kejadian, berkerja sama dengan Sat Lantas Polres Tabanan, petugas Jasa Raharja Cabang Bali yang di wakili Jun Rico Nainggolan Kepala Sub Bagian Administrasi Pelayanan, I Putu Agus Kurniawan Penanggung Jawab Samsat Tabanan, dan Juga I Nyoman Eggy Trichandaka melakukan pendataan terhadap korban akibat musibah kecelakaan yang terjadi.

Seluruh korban kecelakaan beruntun di wilayah Baturit Tabanan terjamin oleh Jasa Raharja, dan Surat Jaminan telah diberikan kepada korban dan juga pihak rumah sakit di wilayah Tabanan tempat korban di rawat. Sementara untuk Korban Meninggal dunia, Santunan akan diberikan kepada ahli waris korban.

Kepala PT Jasa Raharja Cabang Bali, Abubakar Aljufri, dalam keterangan pers nya menyatakan korban terjamin Undang-Undang Nomor 33 Tahun 1964 tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Angkutan Umum untuk para penumpang bus sementara untuk pengendara Kendaraan mobil dan sepeda motor kita jamin lewat Undang Nomor 34 tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Lalu Lintas Jalan. Surat Jaminan telah diberikan oleh petugas Jasa Raharja, dan begitu juga santunan kepada korban Meninggal dunia.

Pihaknya menyampaikan duka mendalam atas musibah kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan 8 korban luka- luka  dan 1 korban meninggal dunia. “Semoga Kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” sebut Abubakar.

Abubakar Aljufri menambahkan, PT Jasa Raharja selalu berkomitmen memberikan pelayanan prima bagi masyarakat. Bahkan pihaknya dipastikan akan memproses santunan Korban Meninggal kurang dari 24 jam, untuk korban luka-luka setelah berkordinasi dengan pihak kepolisian kami pastikan korban terjamin dan langsung kami terbitkan surat Jaminan kepada korban. Walaupun kebanyakan korban luka-luka warga negara Asing kami tetap lakukan penjaminan biaya perawatan korban di rumah sakit. Ini adalah bentuk tanggung jawab kami sebagai repersentasi pemerintah memberikan jaminan kepada korban kecelakaan lalu lintas.

tidak lupa, Abubakar Aljufri mengucapkan   terima kasih kami kepada  mitra terkait, baik dari kepolisian utamanya Sat Lantas Polres Tabanan, rumah sakit dan juga masyarakat sekitar yang telah membantu proses penyelamatan korban kecelakaan beruntun ini. Tak hanya itu, Kepala Jasa Raharja Cabang Bali juga, menambahkan sudah terintergrasinya sejumlah sistem dengan mitra terkait secara digital sangat membantu terhadap kecepatan dan ketepatan  petugas Jasa Raharja dalam melakukan pemberian jaminan serta  pembayaran santunan korban kecelakaan, karena dapat data dapat dipantau secara realtime.

Harapanya sinergi yang sudah baik ini, akan terus terjaga dan semua pihak saling berkolaborasi dalam memberikan pelayanan terbaik, sehingga  tentunya akan memberikan dampak positif terhadap pelayanan kepada masyarakat yang sedang berduka. tutup Abu[]