Kamis, Maret 12, 2026
Beranda BERITA UTAMA Target Setoran Danantara Rp800 Triliun per Tahun, Strategi Baru Kelola Aset BUMN

Target Setoran Danantara Rp800 Triliun per Tahun, Strategi Baru Kelola Aset BUMN

Target Setoran Danantara

BUMNREVIEW.COM, Jakarta – Pemerintah menargetkan kontribusi besar dari pengelolaan aset negara melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara Indonesia. Presiden Prabowo Subianto menetapkan target setoran tahunan kepada negara sebesar 50 miliar dolar AS atau sekitar Rp800 triliun.

Target tersebut disampaikan dalam peringatan satu tahun berdirinya Danantara di Wisma Danantara, Jakarta. Pemerintah berharap lembaga tersebut mampu mengoptimalkan pengelolaan aset negara secara profesional dan terintegrasi.

Menurut Prabowo, perhitungan target kontribusi tersebut berasal dari estimasi tingkat pengembalian aset atau return on assets (ROA). Pemerintah menetapkan target awal sebesar minimal 5 persen dari total aset yang dikelola.

Nilai tersebut dinilai realistis mengingat Danantara masih berada pada tahap awal pengembangan organisasi dan strategi investasi.

Presiden menjelaskan bahwa perusahaan dengan pengelolaan aset yang optimal biasanya mampu menghasilkan ROA hingga 10 persen per tahun. Namun pemerintah memilih target konservatif agar proses konsolidasi dapat berjalan secara bertahap.

Target Setoran Danantara Berbasis Optimalisasi Aset Negara

Target Setoran Danantara sebesar Rp800 triliun setiap tahun menjadi tolok ukur keberhasilan pengelolaan aset negara dalam jangka menengah. Dengan asumsi ROA minimal 5 persen, lembaga ini diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap penerimaan negara.

Prabowo menegaskan bahwa target tersebut merupakan sasaran minimal yang perlu dicapai secara konsisten. Dalam jangka panjang, pemerintah mengharapkan tingkat pengembalian aset dapat meningkat hingga 10 hingga 15 persen.

Kenaikan tersebut akan memperkuat kontribusi Danantara terhadap pembiayaan pembangunan nasional.

Meski demikian, Presiden mengakui bahwa pencapaian target membutuhkan waktu. Danantara masih menghadapi berbagai tantangan dalam membangun sistem pengelolaan aset yang efisien dan transparan.

Ia tetap memberikan apresiasi terhadap kinerja lembaga tersebut selama tahun pertama operasionalnya.

Pemerintah menilai kinerja awal Danantara cukup menjanjikan. Lembaga ini bahkan mencatat capaian return on assets yang sangat tinggi pada tahun pertama operasionalnya.

Capaian tersebut menunjukkan potensi besar pengelolaan aset Badan Usaha Milik Negara apabila dilakukan secara terintegrasi.

Pembentukan Danantara sendiri bertujuan mengonsolidasikan berbagai aset strategis milik negara. Konsolidasi ini diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi dan efisiensi pengelolaan investasi.

Dengan pendekatan tersebut, pemerintah ingin menciptakan model pengelolaan aset negara yang lebih modern dan berorientasi pada hasil.

Ke depan, Danantara diharapkan menjadi salah satu pilar penting dalam memperkuat kapasitas fiskal nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. []