Tarif Tol Naik Semua Golongan Naik! Ini Penjelasan Jasa Marga

BUMNREVIEW.COM, JakartaTarif tol Jasa Marga tahun ini rencananya akan dinaikkan oleh pihak perusahaan khusus untuk tol dalam kota.

Penyesuaian tarif tol Jasa Marga ini merupakan penyesuaian tarif reguler yang mengacu pada besaran inflasi dalam dua tahun terakhir yaitu sekitar 3 persen.

Rencana ini pun dibenarkan Corporate Communication and Community PT Jasa Marga, Dwimawan Heru yang menyebut kenaikan tarifnya sekitar Rp500 untuk semua golongan.

Menurut Heru, saat ini pihaknya masih melakukan sosialisasi terkait kenaikan tarif tol Jasa Marga melalui berbagai kanal media sosial.

“Untuk tanggal pemberlakuan tarif baru nanti kami informasikan, yang jelas kenaikannya mengacu besaran inflasi dan nilainya sekitar Rp500 untuk semua golongan kendaraan,” kata dia Rabu (9/2/2022).

Sebelumnya PT Jasa Marga, sudah menyampaikan informasi rencana kenaikan tarif tol ini melalui akun Twitternya.

Dalam pengumuman tersebut, dikatakan akan ada penyesuaian tarif tol Jasa Marga berdasarkan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kepmen PUPR) Nomor 74/KPTS/M/2022.

Untuk ruas yang akan diberlakukan tarif baru, yakni Tol Cawang – Tomang – Pluit dan Cawang – Tanjung Priok – Ancol Timur – Jembatan Tiga.

Diketahui ruas tol Cawang hingga Pluit diusahakan oleh Jasa Marga selaku Badan Usaha Jalan Tol, Sementara ruas Cawang hingga Jembatan Tiga/Pluit diusahakan oleh BUJT PT Citra Marga Nusaphala Persada.

Saat disinggung terkait target peningkatan kinerja PT Jasa Marga dari kenaikan tarif tol ini, Heru tidak menjelaskan secara rinci proyeksinya.

Namun ia tetap yakin sektor usaha jalan tol akan bertumbuh positif di tahun ini setelah sebelumnya sempat menurun akibat dampak pandemi.

Sementara Humas BPJT, Amanda Dimas mengatakan, kenaikan tarif tol sudah diatur dalam UU nomor 38 tahun 2004 tentang Jalan yakni di pasal 48 ayat 3.

Dalam UU tersebut dijelaskan evaluasi dan penyesuaian tarif tol dilakukan setiap 2 tahun sekali berdasarkan laju inflasi.

Tarif tol juga perlu dilakukan penyesuaian agar memastikan iklim investasi jalan tol berjalan kondusif, menjaga kepercayaan investor dan pelaku pasar bahwa industri jalan tol Indonesia tetap prospek. []