Rabu, Oktober 14, 2026
Beranda BERITA UTAMA Thomas Sugiarto Oentoro Pimpin Garuda Indonesia, Akankah Kinerja Maskapai Makin Terbang Tinggi?

Thomas Sugiarto Oentoro Pimpin Garuda Indonesia, Akankah Kinerja Maskapai Makin Terbang Tinggi?

Thomas Sugiarto Oentoro

BUMNREVIEW.COM, Jakarta – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk kembali mengubah susunan kepemimpinannya. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Kamis, 8 Oktober 2026, menunjuk Thomas Sugiarto Oentoro sebagai direktur utama.

Thomas menggantikan Glenny H. Kairupan yang kini menjabat komisaris utama. Pergantian tersebut menjadi bagian dari strategi Garuda untuk memperkuat proses pemulihan perusahaan.

Garuda sebelumnya mencatat sejumlah perkembangan positif. Pendapatan meningkat dan jumlah armada kembali bertambah. Kerugian perusahaan juga mulai menyusut.

Thomas bukan sosok baru bagi Garuda Indonesia. Ia pernah duduk sebagai komisaris independen Garuda pada 2023 hingga 2024.

Thomas kemudian meninggalkan posisi tersebut pada Februari 2024. Saat itu, ia mendapat mandat sebagai anggota dewan direktur Lembaga Pengelola Investasi atau Indonesia Investment Authority (INA).

Di INA, Thomas menjalankan tugas sebagai Chief Risk Officer selama 2024 hingga 2025. Pengalaman tersebut memperkuat rekam jejaknya dalam bidang investasi dan manajemen risiko.

Thomas kembali ke Garuda pada Oktober 2025. Saat itu, perseroan menunjuknya sebagai wakil direktur utama. Kini, ia mendapat mandat lebih besar sebagai orang nomor satu di maskapai tersebut.

Latar belakang Thomas juga mencakup pengalaman di sektor investasi. Ia pernah menjabat Vice President Mezzanine Capital Unit di OCBC. Thomas juga pernah menjadi Managing Director di KV Asia Capital.

Pria kelahiran Jakarta, 8 September 1970, tersebut memiliki latar pendidikan keuangan. Ia menempuh pendidikan di NYU Stern School of Business. Thomas kemudian meraih gelar MBA dari University of Chicago Booth School of Business.

Pengalaman tersebut menjadi modal penting bagi Garuda. Bisnis maskapai membutuhkan keputusan yang kuat dalam keuangan, operasional, dan komersial.

Pemulihan armada juga membutuhkan pengelolaan modal secara disiplin. Garuda harus memastikan penambahan kapasitas mampu menghasilkan pendapatan dan arus kas yang lebih sehat.

Pergantian pucuk pimpinan juga berlangsung saat Garuda menghadapi tantangan besar. Perseroan masih perlu memperkuat kondisi keuangan dan menjaga keberlanjutan operasional.

Karena itu, Thomas memiliki sejumlah pekerjaan strategis. Ia perlu menjaga momentum pemulihan sekaligus memperkuat efisiensi perusahaan.

Di bawah kepemimpinannya, Garuda juga perlu mengoptimalkan armada yang kembali beroperasi. Pengembangan jaringan penerbangan harus berjalan seiring dengan pertimbangan profitabilitas.

Susunan Direksi Garuda Indonesia

Selain Thomas, Garuda mempertahankan sejumlah nama dalam jajaran direksi. Berikut susunan terbaru:

• Direktur Utama: Thomas Sugiarto Oentoro
• Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Balagopal Kunduvara
• Direktur Operasi: Eric Ferdinand Sofyal
• Direktur Teknik: Mukhtaris
• Direktur Komersial: Alan McIntyre
• Direktur Human Capital & Corporate Service: Dina Sandri Fani
• Direktur Transformasi: Neil Raymond Mills

Sementara itu, posisi komisaris dipimpin Glenny H. Kairupan sebagai komisaris utama. Jajaran komisaris juga mencakup Sugito Anjasmoro dan Chairal Tanjung.

Garuda turut menempatkan Mawardi Yahya, Jaan Albrecht, dan Trey Urbahn sebagai komisaris independen.

Dengan pengalaman di Garuda, INA, serta sektor investasi, Thomas kini menghadapi fase penting. Publik akan menantikan bagaimana strategi baru tersebut mampu mempercepat pemulihan maskapai nasional.

Tantangan terbesar bukan sekadar meningkatkan pendapatan. Garuda juga perlu menjaga arus kas, efisiensi, utilisasi armada, dan kualitas layanan.

Jika mampu menjaga keseimbangan tersebut, kepemimpinan Thomas berpeluang menjadi titik penting dalam perjalanan pemulihan Garuda Indonesia. []