Transaksi Agen46 Makin Optimalkan Kinerja BNI Sepanjang 2022

Transaksi Agen46

BUMNREVIEW.COM, Jakarta – Transaksi Agen46 menjadi salah satu layanan yang disediakan oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI).

Saat ini, BNI telah memiliki Agen46 sebanyak 165 ribu yang tersebar di berbagai daerah, dengan pertumbuhan 11 persen secara tahunan (YoY).

Sementara untuk nilai transaksi Agen46 di sepanjang tahun ini mencapai 68,6 juta dengan volume Rp59,3 triliun.

Direktur Jaringan dan Layanan BNI Ronny Venir mengatakan, nilai transaksi Agen46 di tahun 2022 memang menurun 13 persen YoY.

Untuk itu, pihak perseroan akan lebih dioptimalkan lagi peran agen laku pandai di tahun 2023 dengan menambah jumlah agen secara selektif dan program bundling dengan nasabah UMKM BNI.

Menurut Ronny, di kuartal III tahun ini Agen46 BNI ini mampu menghimpun dana murah sebesar Rp2,7 triliun, tumbuh 13 persen dibanding periode yang sama 2021 Rp2,4 triliun.

“Di tahun depan, kami akan mengoptimalkan peran agen46 agar nilai transaksinya kembali naik, salah satunya dengan mengembangkan aplikasi New BNI Agen46 mobile yang akan memudahkan pelayanan bagi nasabah,” kata Ronny Venir, Senin (21/22/2022).

Ronny menyebut, pada aplikasi ini akan dibuat tampilan yang lebih simple, dan nasabah bisa melakukan penarikan tunai tanpa harus kartu.

Dengan begitu, nasabah bisa menarik uang dan melakukan transaksi Agen46 hanya bermodalkan handphone dan membawa KTP.

Ia pun berharap layanan terbaru ini akan memenuhi harapan para agen dan mampu memacu perkembangan agen laku pandai di berbagai daerah.

Ronny menambahkan, perseroan terus mempercepat proses pembayaran fee secara realtime sehingga bisa langsung diterima oleh agen setelah selesai memberikan jasa transaksi.

Menurutnya, saat ini BNI Agen46 memiliki lebih dari 700 fitur transaksi, dan akan terus ditambah untuk memberikan kemudahan dan keamanan bagi para nasabah.

Selain BNI, beberapa bank BUMN juga terus berupaya menaikkan volume transaksi laku pandai, karena terbukti memberi dampak positif terhadap kinerja bank.

Kehadiran agen laku pandai di sejumlah daerah menghasilkan pendapatan non bunga bagi perusahaan, karena biaya transaksi nasabah dibagi dua antara bank dan agen.

Seperti pada PT Bank Mandiri, saat ini total agen sudah lebih dari 100 ribu orang dengan volume transaksi mencapai Rp67 triliun sepanjang tahun 2022.

SEVP Micro and Consumer Finance Bank Mandiri Josephus untuk jumlah transaksi dari Januari hingga September sudah mencapai 55,8 juta kali.

Selain transaksi, pembukaan rekening baru pada Agen Mandiri juga meningkat 33 persen, dan total dana pihak ketiga yang telah dihimpun mencapai Rp13,6 triliun. []