Transaksi BUMN Dukung Produk UMKM Tembus Rp20 Triliun

umkm,

BUMNREVIEW.COM, Jakarta – Transaksi BUMN di berbagai sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) terus mengalami peningkatan.

Tercatat hingga bulan April 2022, besaran nilai transaksi BUMN di UMKM sudah mencapai Rp20 triliun.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebut jumlah tersebut dipastikan masih akan terus bertambah di sepanjang tahun 2022.

Menurutnya, platform digital Pasar Digital (PaDi) UMKM telah mempertemukan seluruh BUMN dengan 15 ribu pelaku UMKM di berbagai daerah.

“PaDi UMKM sendiri diciptakan guna meningkatkan sinergi dan penyerapan anggaran transaksi BUMN pada produk koperasi dan UMKM, khususnya pada nilai tender di bawah Rp400 juta,” ujar Erick Thohir dalam acara Telkomsel Pasar Nusa Dua di Bali, Minggu (8/5/2022).

Erick menjelaskan, BUMN punya tiga tugas penting dalam memajukan ekonomi di sektor UMKM yaitu pembiayaan, pendampingan, dan membuka akses pasar.

Namun untuk membuka akses pasar, menurutnya tak bisa hanya jadi tugas BUMN saja, sehingga pihaknya menjalin kerjasama dengan berbagai pihak termasuk Kementerian Koperasi dan UKM.

Ia menyebut komitmen BUMN untuk memajukan produk koperasi dan UMKM diatur dalam Afirmasi Pembelian dan Pemanfaatan Produk Dalam Negeri.

Erick menambahkan, saat ini pihaknya juga sedang menyiapkan penggabungan lebih dari 100 hotel yang dimiliki perusahaan BUMN.

Dengan merger ini, nantinya semua produk hotel BUMN ini akan disupport dari produk UMKM yang dimotori oleh PT Sarinah.

“Produk yang masuk di hotel-hotel ini semua dari UMKM, tapi memaki brandnya Sarinah. Begitu juga untuk fasilitas publik milik BUMN yang lain, seperti rumah sakit, juga harus diupayakan untuk menggunakan produk lokal dari UMKM atau koperasi,” tambahnya.

Peningkatan transaksi BUMN di sektor UMKM juga mendapat dukungan penuh dari Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki.

Ia menilai, produk UMKM saat ini semakin berkualitas dan mengikuti tren masyarakat, serta menghasilkan produk dengan keunikan masing-masing.

Teten memastikan produk UMKM tidak kalah dengan produk industri, karena yang dihasilkan adalah produk artisan dengan jumlah yang terbatas.

“Jadi dengan jumlah barangnya yang langka itu adalah sebuah keunggulan karena semakin langka semakin bagus,” ucap Tetan.

Untuk itu ia mendorong Kementerian dan Lembaga Negara maupun swasta bisa mengoptimalkan belanja pada produk dan jasa dari UMKM dan Koperasi.

Saat ini pihaknya juga terus berupaya menyiapkan UMKM yang siap bersaing di masa depan dengan berbasis inovasi dan teknologi.

Sehingga diharapkan hasil produknya memiliki daya saing dan siap untuk memasuki pasar global yang didukung kolaborasi dengan semua pihak. []