Senin, September 7, 2026
Beranda BERITA UTAMA Transformasi Berlanjut, Kinerja Krakatau Steel Berbalik Jadi Laba

Transformasi Berlanjut, Kinerja Krakatau Steel Berbalik Jadi Laba

Kinerja Krakatau Steel

BUMNREVIEW.COM, Jakarta – PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) terus melanjutkan transformasi bisnis. Perseroan memperkuat fundamental keuangan dan operasional untuk menciptakan pertumbuhan yang lebih berkelanjutan.

Langkah tersebut mulai menunjukkan hasil pada semester I 2026. Krakatau Steel mencatat pertumbuhan pendapatan sekaligus membalikkan posisi dari rugi menjadi laba.

Dukungan pendanaan modal kerja dari Danantara turut menopang aktivitas bisnis perseroan. Dukungan tersebut membantu kelancaran pasokan bahan baku. Perseroan juga dapat meningkatkan utilisasi produksi dan memperbaiki efisiensi pendanaan.

Hingga akhir Juni 2026, Krakatau Steel mencatat pendapatan usaha US$622,74 juta. Nilai tersebut setara sekitar Rp11,15 triliun. Pendapatan tumbuh 35,1% secara tahunan.

Pada semester I 2025, perseroan hanya membukukan pendapatan US$460,83 juta. Kenaikan tersebut menunjukkan pemulihan aktivitas bisnis Krakatau Steel.

Kinerja Krakatau Steel Membaik, Laba Berbalik Positif

Perbaikan kinerja juga terlihat dari sisi profitabilitas. Krakatau Steel membukukan laba bersih US$10,94 juta pada semester I 2026.

Capaian tersebut berbalik positif dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada semester I 2025, perseroan mencatat rugi bersih US$105,38 juta.

Penurunan beban keuangan menjadi salah satu faktor pendukung. Beban keuangan Krakatau Steel turun 32,7% menjadi US$47,35 juta.

Pada periode yang sama tahun sebelumnya, beban keuangan mencapai US$70,35 juta. Perseroan juga mencatat keuntungan dari penyelesaian kewajiban restrukturisasi.

Keuntungan tersebut mencapai US$27,19 juta. Krakatau Steel memperoleh keringanan melalui penyelesaian utang restrukturisasi secara dipercepat.

Selain itu, perseroan membukukan pendapatan dari divestasi entitas asosiasi dan aset keuangan. Nilainya mencapai US$14,23 juta.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi optimalisasi portofolio investasi dan aset perusahaan. Krakatau Steel ingin meningkatkan efisiensi sekaligus memperkuat struktur keuangan.

Memasuki semester II 2026, perseroan menyiapkan sejumlah agenda strategis. Fokus utama mencakup peningkatan kinerja operasional dan penguatan struktur keuangan.

Perseroan juga akan mengoptimalkan aset dan mengembangkan sumber pertumbuhan bisnis baru. Strategi tersebut bertujuan menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.

Manajemen tetap menempatkan tata kelola perusahaan sebagai bagian penting dari transformasi. Perseroan juga akan memperkuat penerapan manajemen risiko dalam setiap aktivitas bisnis.

Dengan fondasi operasional dan keuangan yang semakin kuat, Krakatau Steel memiliki ruang untuk melanjutkan pemulihan. Tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi kinerja di tengah dinamika industri baja global.

Transformasi bisnis menjadi kunci bagi perseroan untuk mempertahankan momentum tersebut. Krakatau Steel kini tidak hanya mengejar pertumbuhan pendapatan, tetapi juga memperkuat kualitas laba dan fundamental perusahaan. []