BUMNREVIEW.COM, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan capaian signifikan dalam Kinerja Laba BUMN selama satu tahun masa pemerintahannya. Ia menyebut, laba bersih perusahaan pelat merah melonjak hingga empat kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Lonjakan tersebut mencerminkan keberhasilan reformasi tata kelola, penguatan manajemen, serta optimalisasi strategi bisnis BUMN di berbagai sektor.
Berdasarkan data Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), total laba BUMN pada 2025 mencapai Rp332 triliun. Angka ini meningkat tajam dari Rp89 triliun pada 2024. Capaian tersebut menjadi sinyal kuat bahwa transformasi BUMN berjalan efektif dan berdampak langsung terhadap performa keuangan negara.
Dalam sejumlah kesempatan, Presiden menegaskan bahwa peningkatan laba ini bukan sekadar target angka. Pemerintah ingin memastikan bahwa BUMN mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan. Menurutnya, kinerja positif ini harus terus dijaga agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas.
Transformasi Kinerja Laba BUMN 2026 Jadi Prioritas
Pemerintah menempatkan Kinerja Laba BUMN 2026 sebagai prioritas strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Fokus utama diarahkan pada perbaikan tata kelola, penguatan integritas, serta efisiensi operasional di seluruh lini bisnis BUMN.
Prabowo menilai keberhasilan tersebut lahir dari komitmen kuat untuk menjalankan manajemen profesional dan transparan. Pendekatan ini mendorong optimalisasi aset, peningkatan produktivitas, serta pemanfaatan teknologi digital dalam proses bisnis. Selain itu, kolaborasi antarlembaga dan restrukturisasi sektor strategis turut mempercepat perbaikan kinerja keuangan.
Ia menegaskan, keberhasilan BUMN harus menjadi bukti konkret dari kebijakan ekonomi yang berpihak pada rakyat. Setiap rupiah laba yang dihasilkan diharapkan dapat kembali ke masyarakat melalui program pembangunan, peningkatan layanan publik, serta penciptaan lapangan kerja baru.
Peningkatan laba BUMN memberi kontribusi signifikan terhadap stabilitas fiskal negara. Setoran dividen yang lebih besar memperkuat kapasitas pemerintah dalam membiayai pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, serta program perlindungan sosial. Kondisi ini juga meningkatkan ruang fiskal untuk menjaga daya beli masyarakat.
Selain itu, kinerja positif BUMN turut memperkuat kepercayaan investor. Sektor energi, perbankan, telekomunikasi, dan logistik menjadi tulang punggung dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Perbaikan kinerja di sektor-sektor ini membantu mempercepat transformasi struktural nasional.
Prabowo juga menyoroti indikator ekonomi lain yang menunjukkan tren positif, termasuk konsumsi rumah tangga dan penerimaan pajak. Ia menilai capaian tersebut mencerminkan membaiknya aktivitas ekonomi nasional di tengah dinamika global yang penuh tantangan.
Presiden menekankan pentingnya menjaga integritas dalam pengelolaan keuangan negara. Ia mengingatkan seluruh jajaran BUMN agar menjunjung tinggi profesionalisme dan menjauhi praktik yang merugikan rakyat. Dengan kepemimpinan yang kuat dan tata kelola yang sehat, BUMN diyakini mampu menjadi pilar utama kebangkitan ekonomi Indonesia.
Ke depan, pemerintah optimistis kinerja BUMN akan terus meningkat, seiring konsistensi reformasi struktural dan penguatan sinergi lintas sektor. []





