BUMNREVIEW.COM, Jakarta – Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) membuka peluang baru bagi generasi muda untuk meningkatkan produktivitas dan menciptakan peluang ekonomi. Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2026, Generasi Z menjadi kelompok yang paling aktif memanfaatkan AI. Potensi ini menjadi peluang untuk mendorong transformasi digital yang lebih inklusif, termasuk di wilayah perdesaan.
Menjawab peluang tersebut, TelkomGroup melalui pilar pendidikan Bisa PandAI dan program Bisa Mahir terus mendorong peningkatan literasi dan keterampilan digital masyarakat. Inisiatif ini diarahkan untuk membekali generasi muda dengan kemampuan memanfaatkan teknologi secara produktif, sekaligus membuka peluang lahirnya aktivitas ekonomi baru di tingkat komunitas. Melalui semangat Bersama Jadi Bisa, TelkomGroup percaya bahwa kemajuan teknologi akan semakin berarti ketika dapat dimanfaatkan dan memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk generasi muda di wilayah perdesaan.
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, TelkomGroup menyelenggarakan workshop bertajuk “Generasi Cerdas Digital: Pelatihan Pemanfaatan AI bagi Kelompok Pemuda Desa untuk Mendorong Ekonomi Lokal” di Kota Bengkulu pada 24–26 Juli 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 50 pemuda desa dengan fokus pada peningkatan keterampilan praktis dalam memanfaatkan AI tools untuk aktivitas produktif dan ekonomi.
Selain membekali peserta dengan keterampilan digital, program ini juga mendorong lahirnya unit-unit usaha digital baru di komunitas desa, termasuk melalui Karang Taruna. Para peserta diharapkan dapat menjadi kader literasi digital yang mampu berbagi pengetahuan dan mendampingi masyarakat di lingkungan sekitarnya dalam memanfaatkan teknologi AI. Dengan demikian, semangat Bersama Jadi Bisa dapat diwujudkan melalui pemanfaatan teknologi yang memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas dan kesejahteraan ekonomi masyarakat.
Senior General Manager Social Responsibility Telkom Indonesia, Hery Susanto, menyampaikan bahwa penguasaan teknologi digital, termasuk AI, perlu menjadi bagian dari keterampilan masyarakat di era transformasi digital.
“Sebagai perusahaan digital, Telkom ingin memastikan bahwa pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh elemen masyarakat. Melalui pilar Bisa PandAI dan program Bisa Mahir, kami mendorong pemuda desa untuk memiliki keterampilan dan daya saing di era digital. Kami berharap penguasaan AI tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi dapat diterjemahkan menjadi solusi nyata, membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja mandiri, dan menggerakkan perekonomian lokal. Semangat Bersama Jadi Bisa merupakan wujud keyakinan kami bahwa kemajuan bangsa dapat tercapai ketika seluruh masyarakat memiliki kesempatan untuk tumbuh, berkembang, dan mengambil peran bersama,” ujarnya.
Pelaksanaan pelatihan di Kota Bengkulu merupakan bagian dari implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Telkom Indonesia yang secara konsisten mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Program ini berkontribusi pada SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan keterampilan digital pemuda, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan peluang usaha berbasis digital, serta SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan dengan mendorong pemerataan akses dan pemanfaatan teknologi digital antara masyarakat di wilayah perkotaan dan perdesaan. []




