BUMNREVIEW.COM, Jakarta – Pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) semakin berperan dalam mendorong produktivitas dan daya saing masyarakat di era digital. Pemerataan literasi dan keterampilan AI menjadi bagian penting dalam memastikan manfaat transformasi digital dapat dirasakan oleh masyarakat di berbagai wilayah, termasuk daerah di luar pusat pertumbuhan ekonomi.
Sejalan dengan semangat Bersama Jadi Bisa, TelkomGroup melalui pilar pendidikan Bisa PandAI dan program Bisa Mahir terus mendorong penguatan talenta digital melalui pendekatan pembelajaran yang berkelanjutan dan berjenjang. Salah satunya diwujudkan melalui program Rural Youth AI Facilitator, yang dirancang untuk mencetak fasilitator muda yang dapat meneruskan pengetahuan dan keterampilan AI kepada generasi berikutnya hingga pelaku UMKM di tingkat komunitas.
Setelah sebelumnya dilaksanakan di Papua, program Rural Youth AI Facilitator kembali hadir di wilayah Sumatra, tepatnya di Aceh pada 28–30 Juli 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 28 peserta yang terdiri dari dosen dan AI enthusiast, yang dipersiapkan sebagai mentor untuk mendampingi mahasiswa dalam memahami dan memanfaatkan teknologi AI. Selanjutnya, mahasiswa akan berperan sebagai Youth Facilitator yang meneruskan pengetahuan tersebut kepada para pelaku UMKM.
Rangkaian pelatihan berlangsung selama tiga hari. Pada hari pertama, peserta mengikuti pre-test, pemahaman modul dan persepsi terhadap AI, pengenalan peran mentor, serta pemaparan mengenai fungsi dan pemanfaatan AI. Kegiatan dilanjutkan dengan kerja kelompok untuk mempersiapkan simulasi pelatihan menggunakan modul yang telah disediakan. Pada hari berikutnya, peserta memperdalam materi sekaligus mempersiapkan praktik, sebelum rangkaian program ditutup dengan simulasi training Youth Facilitator yang dilakukan secara langsung oleh seluruh peserta.
Senior General Manager Social Responsibility Telkom Indonesia, Hery Susanto, menyampaikan bahwa pemerataan literasi dan keterampilan AI membutuhkan kolaborasi serta ekosistem pembelajaran yang dapat menjangkau masyarakat secara berkelanjutan.
“Sebagai perusahaan digital, Telkom melihat pentingnya memastikan penguasaan teknologi digital dan kecerdasan artifisial dapat menjangkau masyarakat di berbagai daerah. Melalui jejaring pembinaan yang berjenjang, kami berharap para akademisi dan penggiat AI yang mengikuti program ini dapat menjadi fasilitator yang mampu meneruskan pengetahuan kepada generasi berikutnya. Dengan semangat Bersama Jadi Bisa, kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas akses pembelajaran AI sekaligus mempercepat lahirnya talenta digital yang kompeten dan berdaya saing,” ujarnya.
Pelaksanaan Rural Youth AI Facilitator merupakan bagian dari implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Telkom Indonesia dalam mendukung pemerataan kualitas pendidikan dan peningkatan literasi teknologi di Indonesia. Program ini juga menjadi kontribusi TelkomGroup terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penguatan kompetensi digital, serta SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan talenta digital yang dapat mendukung produktivitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. []




