BUMNREVIEW.COM, Jakarta — TelkomGroup kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat terdampak bencana dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga Nusa Tenggara Timur (NTT) pascagempa bumi yang mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Gempa bumi tersebut menyebabkan kerusakan pada rumah warga dan berbagai fasilitas umum, serta mendorong sekitar 2.000 warga di Kabupaten Nagekeo melakukan evakuasi mandiri. Berdasarkan data BNPB per 15 Agustus 2026, bencana tersebut menyebabkan 47 orang meninggal dunia. Sementara itu, sebanyak 346 rumah mengalami kerusakan, yang terdiri atas 157 rumah rusak berat, 41 rumah rusak sedang, dan 148 rumah rusak ringan.
Dampak gempa juga dirasakan pada berbagai fasilitas publik, meliputi 87 fasilitas pendidikan, 18 fasilitas kesehatan, 5 tempat ibadah, dan 6 kantor. Kondisi tersebut turut berdampak pada aktivitas masyarakat dan meningkatkan kebutuhan akan dukungan kemanusiaan bagi warga di wilayah terdampak.
Sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial perusahaan, TelkomGroup melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bergerak menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak sekaligus mendukung proses pemulihan pascabencana.
Bantuan kemanusiaan TelkomGroup disalurkan secara bertahap melalui Posko BNPB sebagai pusat koordinasi penerimaan, pengelolaan, dan penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak.
Pada 18 Agustus 2026, TelkomGroup telah menyalurkan bantuan tahap pertama meliputi 600 kg beras, 150 botol minyak goreng ukuran 900 ml, 100 karton air mineral ukuran 600 ml, 100 selimut, 25 terpal, 150 kotak makanan bayi berupa bubur dan biskuit, 100 bungkus biskuit, serta obat-obatan.
Selanjutnya, pada 20 Agustus 2026, TelkomGroup menyalurkan bantuan tahap kedua terdiri atas 1.750 kg beras, 150 botol minyak goreng ukuran 800 ml, 300 karton air mineral ukuran 600 ml, 600 buah popok dewasa, 250 karton mi instan, 200 buah popok bayi, 100 botol sabun, 100 botol sampo, 100 buah pasta gigi, 100 buah sikat gigi, 65 buah handuk, 1 paket obat-obatan, 100 buah selimut, 500 kotak makanan bayi berupa bubur dan biskuit, 400 buah biskuit, serta 1 paket alat makan. Secara keseluruhan, bantuan tahap kedua tersebut berjumlah 3.317 item dengan total berat 3.647,5 kg.
Bantuan disalurkan melalui Posko BNPB untuk selanjutnya diteruskan kepada masyarakat yang membutuhkan melalui mekanisme koordinasi, sehingga dukungan yang diberikan dapat menjangkau wilayah dan kelompok masyarakat terdampak sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Senior General Manager Social Responsibility Telkom, Hery Susanto, menyampaikan bahwa kehadiran TelkomGroup dalam situasi bencana merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk membantu masyarakat bangkit dan kembali menjalankan aktivitasnya.
“TelkomGroup berkomitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat, khususnya ketika terjadi situasi darurat dan bencana. Bantuan yang kami salurkan merupakan bentuk kepedulian sekaligus upaya untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak. Kami berharap dukungan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita di NTT dan menjadi bagian dari proses pemulihan mereka. Dalam penyaluran bantuan ini, TelkomGroup terus berkoordinasi dan bersinergi dengan Danantara, BP BUMN, BNPB, serta berbagai pihak terkait untuk memahami kebutuhan masyarakat di lapangan dan mengidentifikasi dukungan yang dapat diberikan TelkomGroup secara tepat dan optimal. Melalui sinergi dan kolaborasi tersebut, kami akan terus berupaya memastikan bantuan yang diberikan dapat menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat nyata bagi proses pemulihan.”
Bagi TelkomGroup, penanganan bencana bukan sekadar respons pada masa darurat, tetapi juga merupakan bagian dari upaya mendukung masyarakat dalam menjalani proses pemulihan. Kolaborasi dan kepedulian berbagai pihak menjadi penting untuk membantu masyarakat terdampak kembali bangkit, memulihkan kondisi, dan melanjutkan aktivitas kehidupan.
Sejalan dengan semangat “Bersama Jadi Bisa”, TelkomGroup melalui pelaksanaan program TJSL berkomitmen untuk terus hadir memberikan dukungan yang dibutuhkan masyarakat. Lebih dari sekadar bantuan dalam situasi darurat, langkah ini menjadi bagian dari upaya TelkomGroup untuk menguatkan semangat, menumbuhkan optimisme, dan menjaga harapan masyarakat NTT di tengah proses pemulihan pascabencana. []




